Baru Dilantik, Hillary Brigitta Lasut Kritik RKUHP dan Dukung Dewan Pengawas KPK

Ilma De Sabrini ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 16:19 WIB
Baru Dilantik, Hillary Brigitta Lasut Kritik RKUHP dan Dukung Dewan Pengawas KPK

Anggota DPR termuda periode 2019-2024 Hillary Brigitta Lasut (kanan) saat memimpin sidang paripurna pelantikan DPR periode 2019-2024 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2019). (Foto: iNews.id/Ilma de Sabrini)

JAKARTA, iNews.id - Anggota DPR termuda periode 2019-2024 Hillary Brigitta Lasut langsung mengkritik beberapa pasal yang terkandung dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Politikus Partai Nasdem ini juga mendukung kehadiran Dewan Pengawas di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perempuan yang sedang menempuh S3 di Universitas Pelita Harapan ini mengungkapkan, beberapa poin dalam RKUHP tidak ada yang baru, melainkan pasal lama yang dimodifikasi.

"Jadi menurut saya kita mesti telaah baik-baik dulu satu per satu karena memang sebenarnya tidak banyak kok pasal-pasal baru yang benar-benar dicetuskan di RUU KUHP ini. Kebanyakan aturan lama yang kemudian dimodifikasi," kata Hillary di Kompelks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2019).

Perempuan 23 tahun ini mengungkapkan keinginannya untuk berada di Komisi III yang membidangi hukum. Komisi tersebut dinilai cocok dengan latar belakang akademiknya di bidang hukum.

Jika duduk di Komisi III, Hillary akan membahas secara detail sejumlah pasal bermasalah dalam RKUHP. "Karena dari S1 S2 S3, saya mendalami pemberantasan tipikor di bidang hukum dan penelitian saya juga di Birmingham, nanti untuk mencari core sistem pemberantasan tipikor," tuturnya.

Hillary mendukung UU KPK baru yang sudah disahkan DPR dan tinggal menunggu penomoran dari pemerintah. Dia menilai, dewan pengawas diperlukan untuk memperkuat KPK. "Saya melihat bahwa semua lembaga seperti apapun harus diberikan batasan atas kekuasaannya," ujarnya.

"Jadi menurut saya kita harus telaah, cari jalan yang terbaik supaya tidak melemahkan KPK tetapi malah memberikan batasan yang baik demi memperkuat KPK ke depan," katanya.

Hillary merupakan putri pasangan Bupati Talaud terpilih Elly Lasut dan mantan Bupati Minahasa Tenggara Telly Tjanggulung. Dia akan memimpin rapat paripurna awal masa jabatan DPR 2019-2024 bersama politikus Partai Demokrat Abdul Wahab Dalimunthe, anggota DPR tertua yang berusia 80 tahun.

Hillary juga akan memimpin rapat awal masa jabatan MPR periode 2019-2024. Di MPR, dia akan memimpin rapat bersama politikus senior PDI Perjuangan Sabam Sirait yang berusia 82 tahun.

Editor : Djibril Muhammad