Bawaslu Harap KPU Lebih Terbuka saat Pendaftaran Capres-Cawapres
Diketahui, Bagdja menghadiri sarasehan nasional gelaran ulang tahun ke-25 Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Acara tersebut digelar demi meningkatkan silaturahmi antarpewarta televisi sekaligus penguatan kemerdekaan pers terutama menjelang pemilu serentak 2024.
Sarasehan nasional dengan tema 'Menumbuhkan Jurnalisme Positif dan Menjaga Kemerdekaan Pers di Era Digital' itu turut mengadakan diskusi publik dengan melibatkan KPU, Bawaslu, KPI dan Dewan Pers dalam menanggulangi hoaks di tengah kontestasi pemilu serentak mendatang.
KPU, Bawaslu dan Masyarakat Perlu Awasi Intervensi Pihak Asing pada Pemilu 2024
Bagdja menyampaikan kehadiran media pers, khususnya televisi, diperlukan dalam memerangi berita hoaks. Dia berharap media pers dapat menjadi wadah konfirmasi ketika berseliwerannya kabar hoaks yang tidak bisa dipertanggungjawabkan pemberitaannya.
"Ke depan seharusnya media televisi menjadi tempat konfirmasi terbaik saat berita hoaks yang tersebar di media sosial. Jadi, konfirmasi itu ada pada teman-teman televisi juga," ujar Bagja.
KPU dan Bawaslu Upayakan Pemilu 2024 Ramah Disabilitas
Editor: Rizky Agustian