Bawaslu: Pemungutan Suara Ulang di Malaysia dengan Metode Pos

Wildan Catra Mulia ยท Selasa, 16 April 2019 - 17:22 WIB
Bawaslu: Pemungutan Suara Ulang di Malaysia dengan Metode Pos

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemungutan suara ulang di Selangor, Malaysia. (Foto: iNews.id/ Wildan Catra Mulia).

JAKARTA, iNews.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan untuk menggelar pemungutan suara ulang di Selangor, Malaysia. Rekomendasi tersebut dikeluarkan terkait temuan surat suara tercoblos pada gambar capres cawapres nomor urut 01 dan Partai NasDem.

Pencoblosan ulang ini hanya dilakukan untuk metode pemungutan suara lewat pos di Kuala Lumpur. Bawaslu menilai Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur, Malaysia tidak bekerja secara profesional.

"Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang di Kuala Lumpur," ujar Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu, Selasa (16/4/2019).

Dia menilai, pemungutan suara di Kuala Lumpur, Malaysia tidak sesuai asas langsung, umum bebas rahasia (luber) jujur dan adil (jurdil). "PPLN Kuala Lumpur terbukti secara sah dan meyakinkan tidak melaksanakan tugas secara objektif, transparan dan profesional dalam penyelenggaraan Pemilu 2019," ucapnya.

Menurutnya, ada 319.293 jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk mengikuti pemungutan suara ulang. Demi menghindari konflik kepentingan, Bawaslu mengganti dua orang PPLN.

"Atas nama Bapak Krisna yang menurut kami untuk menghindari konflik kepentingan agar mau diganti dan Bapak Jajuk," katanya.

Editor : Kurnia Illahi