Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Survei Kemenag: Gen Z Lebih Toleran dan Melek Alquran Dibanding Milenial
Advertisement . Scroll to see content

Begini Cara Pemuda Perindo Ajak Gen Z dan Milenial Gabung Parpol

Selasa, 26 Juli 2022 - 20:52:00 WIB
Begini Cara Pemuda Perindo Ajak Gen Z dan Milenial Gabung Parpol
Ketua Umum Pemuda DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra mengajak para Generasi Z dan milenial untuk tidak ragu bergabung dengan partai politik (Parpol). (Foto: Perindo)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Pemuda DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Effendi Syahputra mengajak para Generasi Z dan milenial untuk tidak ragu bergabung dengan partai politik (Parpol). Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber Podcast Aksi Nyata Partai Perindo dengan tema 'Harapan Mereka Bagi Pemimpin Masa Depan', Selasa (26/7/2022).

Awalnya, Effendi menjelaskan politik terbagi menjadi dua macam yakni politik partisipan dan politik elektoral.

"Sadar tidak sadar kegiatan yang kita lakukan sehari-hari kegiatan politik, anak muda jadi influencer itu politik, tapi namanya politik partisipan," kata Effendi dalam podcast tersebut, Selasa (26/7/2022).

Kemudian untuk politik elektoral yaitu dengan bergabung dengan parpol. Masalahnya, dia menyebutkan masih banyak Gen Z dan milenial yang ragu untuk bergabung dengan parpol.

"Karena parpol identik dengan suara anak muda tidak didengar, siapa yang lebih tua lebih mapan secara ekonomi dia mau ngomong apapun pasti benar," ucapnya.

Dia menegaskan, sebenarnya budaya tersebut sudah mulai luntur. Hal itu lantaran dampak positif dengan berkembangnya teknologi digital di Indonesia.

Menurutnya, dengan aktif di media sosial dan mempunyai banyak followers, Gen Z dan milenial akan mudah memberikan pengaruh ke orang lain. Menurutnya, generasi muda masih bersih dari kepentingan-kepentingan yang menguntungkan hanya untuk kelompok tertentu.

"Penting anak-anak muda yang (mempunyai) pengaruh seperti ini masuk ke dunia politik, karena politik ini semua harga bawang, harga cabai, menentukan Kapolri, menentukan Pangdam, semua ditentuin oleh kebijakan politik. Bayangkan kalau kebijakan ini ditentukan oleh orang jahat," ucapnya.

Editor: Rizal Bomantama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut