Begini Kata Gibran soal Dinasti Politik

Irfan Ma'ruf ยท Senin, 11 November 2019 - 07:05 WIB
Begini Kata Gibran soal Dinasti Politik

Gibran Rakabuming Raka (kiri) di Hotel Balairung, Jakarta Timur, Minggu (10/11/2019). (Foto: iNews.id/Irfan Ma'ruf)

JAKARTA, iNews.id - Gibran Rakabuming Raka menanggapi pernyataan sebagian pihak soal dinasti politik. Pernyataan itu terkait langkah politik Gibran yang mencalonkan diri di Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Solo 2020, sedangkan ayaknya Joko Widodo (Jokowi) adalah presiden.

Gibran mengatakan, terjun ke dunia politik dengan menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan dan maju di Pilwakot Solo 2020 bukan untuk membuat dinasti politik. Jika demikian yang terjadi, dia akan meminta kepada Presiden Jokowi untuk memberikan jatah kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju.

"Orang-orang bilang, kenapa mas kamu enggak nunggu bapak selesai jadi Presiden dulu? Kelamaan. Ya momennya itu sekarang. Mungkin orang bilang dinasti politik. Saya itu kan ikut kontestasi, bisa dipilih bisa tidak. Bisa kalah bisa menang. Ya itu, kalau dinasti politik mungkin saya minta jadi menteri atau apa saja," tuturnya.

Hal itu disampaikan Gibran dalam diskusi bertajuk "Jadilah Pahlawan" yang digelar Bantung Muda Indonesia (BMI) DKI Jakarta, di Jakarta Timur, Minggu (10/11/2019). Saat ini, menurut dia, zamannya anak muda untuk menjadi penggerak dan bukan menjadi objek yang digerakkan.

Gibran mengaku, itu salah satu alasannya masuk ke dunia politik dan mencalon jadi kepala daerah di Solo. "Ini momennya anak muda untuk jadi penggerak bukan jadi objek yang digerakkan. Ini sudah zamannya anak muda, udah zamannya smartphone yang kebanyakan penggunanya anak milenial. Jadi ini memang momennya anak muda," ujarnya.

Gibran juga kembali menegaskan niatnya yang akan maju dalam pemilihan Wali Kota Solo melalui PDIP. "Mungkin bapak ibu sudah tau saya adalah pengusaha dan tahun ini saya putuskan bergabung dengan PDIP, insyaallah saya maju pemilihan Wali Kota Solo 2020," katanya.

Dia mengungkapkan sudah melakukan blusukan untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat Solo. "Tim sudah gerak di bawah. Kita udah ke masyarakat, sudah blusukan juga," ujarnya.

Gibran menepis baju yang sering dipakainnya dan sempat dibagikan dalam acara peringatan Hari Pahlawan oleh Banteng Muda Indonesia (BMI) kepada peserta merupakan simbol pakaian kampanye. "Enggak inikan baju enggak ada muka saya, enggak ada nama saya, ini bukan baju kampanye," katanya.

Editor : Djibril Muhammad