Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Uji Coba Harga Minimum Saham Rp1, BEI Ungkap Hasilnya
Advertisement . Scroll to see content

BEI Ungkap Sejumlah Calon Emiten Tunda Gelar IPO, Ini Alasannya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:27:00 WIB
BEI Ungkap Sejumlah Calon Emiten Tunda Gelar IPO, Ini Alasannya
BEI mengungkap sejumlah calon emiten memutuskan untuk menunda rencana IPO yang dipicu dinamika dan volatilitas pasar modal terkini. (Foto: SINDO)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkap sejumlah calon emiten memutuskan untuk menunda rencana penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Penundaan ini dipicu oleh dinamika dan volatilitas pasar modal terkini yang dinilai belum kondusif dalam mendukung penetapan harga saham perdana yang optimal bagi korporasi.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menyebut pelaksanaan IPO di bursa memang sangat bergantung dengan kondisi pasar.

"Saat ini ada beberapa perusahaan yang menunda IPO karena kondisi pasar dirasa belum bisa memberikan harga yang optimal," ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Dia menambahkan, kondisi pasar yang bergerak dinamis membuat sejumlah calon perusahaan tercatat memilih mengatur ulang waktu pencatatan saham mereka hingga momentum pasar kembali membaik. 

Langkah ini dinilai lazim ditempuh emiten demi menghindari risiko rendahnya serapan likuiditas investor serta memastikan perolehan dana segar yang dibidik dapat terealisasi secara maksimal.

Merespons dinamika tersebut, otoritas bursa memastikan arah kebijakan saat ini tidak semata-mata mengejar target kuantitas pencatatan saham baru di lantai bursa.

Dia menegaskan, BEI kini memperketat proses penelaahan terhadap profil fundamental para calon emiten demi menjaga kredibilitas instrumen investasi yang ditawarkan kepada publik.

"Kami di Bursa Efek Indonesia berkomitmen untuk lebih mengutamakan kualitas ketimbang kuantitas. Oleh karena itu, guna memberikan pilihan investasi yang baik kepada investor, kami akan melakukan seleksi yang lebih ketat terhadap calon perusahaan tercatat," kata dia.

Melalui pengetatan proses penyaringan tersebut, BEI berharap emiten yang melantai di bursa ke depan memiliki rekam jejak keuangan yang sehat, model bisnis yang berdaya tahan, serta komitmen keterbukaan informasi yang kuat guna melindungi kepentingan investor ritel maupun institusi.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sempat membeberkan soal nilai penghimpunan dana di pasar modal per 5 Mei 2026 sudah mencapai Rp59,35 triliun. Besaran himpunan dana modal yang masuk ke emiten ini dinilai cerminan bahwa pasar domestik tetap kuat.

Bicara soal investor, jumlah investor pasar modal per kuartal I 2026 tercatat penambahan menjadi 24,7 juta single investor identification (SID) dan menurut data terbaru sudah tembus 26 juta.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut