Benarkah Indonesia Bubar 2030? Hasil Riset Ini Buktikan Sebaliknya
Menurut PwC, produk domestik bruto (PDB) Indonesia berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity/PPP) mencapai USD5,424 triliun pada 2030. Secara keseluruhan,pada tahun tersebut sejumlah negara berkembang akan menjadi penopang kekuatan ekonomi dunia. Berdasarkan riset itu, pada 2030 kekuatan ekonomi dunia nomor 1 adalah China (USD38.008 triliun), AS (2) USD23.475 triliun, India (3) USD19.511 triliun, dan Jepang (4) USD5.606 triliun. Laporan ini bertajuk The World in 2050, The Long View: How Will the Global Economic Order Change by 2050?, yang dikeluarkan tahun 2017.
McKinsey&Company
Dalam riset bertajuk The Archipelago Economy:Unleashing Indonesia’s Potential (2012), lembaga riset internasional McKinsey menyebut memperkirakan dengan tingkat pertumbuhan ekonominya yang paling stabil di dunia, Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia pada tahun 2030.
Menurut McKinsey, ada lima indikator yang bisa mendukung pencapaian Indonesia menjadi negara dengan ekonomi nomor 7 dunia. Pertama, tingkat ekonomi Indonesia dinilai paling stabil di dunia. Kedua, sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional berasal dari wilayah di luar Jawa. "Ketiga, sekitar 11 persen ekspor komoditas berasal dari sektor nonmigas. Keempat, pemakaian sumber daya sudah berkurang, bahkan sudah berkurang hingga 7 persen, dan kelima, sekitar 60 persen pertumbuhan ekonomi ditopang oleh peningkatan produktivitas," kata laporan itu dikutip dari setkab, Minggu (25/3/2018).
OECD
Menarik dicermati laporan Organisasi untk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi (OECD) bertajuk The Ocean Economy in 2030. OECD memotret ekonomi sektor maritim negara-negara dunia. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pergeseran pola perdagangan ke arah Timur (Asia) tidak dapat dihindarkan. China akan melesat menjadi penguasa industri kelautan, diikuti India dan Indonesia.
Di sektor perikanan tangkap, kawasan Amerika Utara tetap akan dominan.
akan memimpin disusul Asia dan Oseania, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa. Produsen teratas adalah China, Indonesia, Peru, Amerika Serikat, India, Rusia, Myanmar, Jepang, Vietnam, Filipina dan Norwegia.