Bengkak! Subsidi dan Kompensasi Energi Tembus Rp376,8 Triliun per September
Pada saat yang sama, produksi minyak dan gas bumi siap jual atau lifting migas masih berada di bawah target APBN. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap anggaran negara, terutama ketika kenaikan harga minyak meningkatkan kebutuhan subsidi energi.
“Harga minyak mentah Indonesia menyentuh 91,9 dolar AS per barel dan lifting minyak hanya 573,9 ribu barel serta gas 929,7 ribu barel per hari, sehingga kenaikan harga otomatis mendongkrak subsidi di saat total pendapatan negara tumbuh 25,5 persen dan belanja naik 19 persen,” papar Suahasil.
Harga ICP sebesar 91,9 dolar AS per barel berpotensi meningkat jika ketegangan geopolitik global belum mereda. Perkembangan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kebutuhan belanja subsidi energi.
Dari sisi produksi, lifting minyak bumi tercatat 573,9 ribu barel per hari (bph), lebih rendah dibandingkan asumsi APBN sebesar 610 ribu bph.
Sementara itu, lifting gas bumi mencapai 929,7 ribu barel setara minyak per hari (boepd), di bawah target APBN sebesar 984 ribu boepd. Capaian produksi minyak dan gas yang belum memenuhi target tersebut turut memengaruhi penerimaan negara dari sektor hulu migas.