Beredar Kabar Batal, Ketum PA 212: Aksi Bela Tauhid Tetap Digelar

Felldy Utama, Aditya Pratama ยท Jumat, 02 November 2018 - 09:51 WIB
Beredar Kabar Batal, Ketum PA 212: Aksi Bela Tauhid Tetap Digelar

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama dan sejumlah ormas islam lainnya hari ini bakal menggelar Aksi Bela Tauhid 211. Aksi tersebut akan dipusatkan langsung di depan Istana Merdeka, Jakarta.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif mengatakan, massa Aksi Bela Tauhid rencananya mengawali kegiatan mereka dengan melaksanakan ibadah Salat Jumat bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Selesai salat, massa akan melakukan long march (berjalan kaki) menuju ke depan Istana Merdeka.

Slamet menuturkan, massa Aksi Bela Tauhid 211 akan menyampaikan sejumlah tuntutan terkait insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dilakukan sejumlah oknum Banser (Barisan Ansor Serbaguna) di Garut, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Menurut dia, harus dipahami bersama secara bukti, fakta, dan Undang-Undang (UU) Ormas yang ada di Indonesia bahwa secara jelas terlihat bendera yang dibakar Banser ketika itu adalah bendera tauhid dan bukan bendera milik organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Sampai saat ini belum ada dari pemerintah maupun PBNU menyatakan hal itu. Oke, kami akan menuntut itu, adanya pengakuan dari pemerintah, negara bahwa betul bendera yang dibakar bendera tauhid,” ucap Slamet, saat dihubungi iNews.id, Jakarta, Jumat, (2/11/2018).

Tak hanya itu, massa Aksi Bela Tauhid 211 juga mendesak pemerintah khususnya aparat penegak hukum untuk menegakkan hukum seadil-adilnya. Penegakan hukum itu menurut dia tidak hanya terhadap pembakar bendera tauhid di Garut beberapwa waktu lalu, tapi juga aktor intelektual yang selama ini menyerukan, mendoktrin, atau mengarahkan untuk memusuhi bendera bertuliskan kalimat suci itu.

“Kami mengindikasikan bahwa ada aktor intelektual yang selama ini berupaya mengajak umat memusuhi bendera tauhid sehingga pembakaran itu efek dari doktrin-doktrin mereka yang selama ini diarahkan kemudian tersistematis untuk memusuhi bendera panji Rasulullah SAW,” ujarnya.

Sebelumnya sempat beredar selebaran yang menyebut rencana aksi hari ini telah dibatalkan pihak panitia. Slamet memastikan informasi yang terdapat dalam selebaran tersebut adalah hoaks. Dia menilai selebaran itu sengaja dibuat oleh orang-orang yang ingin menggagalkan Aksi Bela Tauhid 211.

“Selebaran itu hoaks. Itu pengembosan. Aksi tetap jalan, tetap berjalan, tetap berlangsung sesuai rencana,” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil