Bersama Ulama dan Aktivis, Lieus Sungkharisma Ingin Pulangkan Habib Rizieq

Wildan Catra Mulia ยท Kamis, 08 Agustus 2019 - 21:12 WIB
Bersama Ulama dan Aktivis, Lieus Sungkharisma Ingin Pulangkan Habib Rizieq

Komandan Gabungan Relawan Demokrasi Pancasila (Garda Depan), Lieus Sungkharisma (paling kanan). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

JAKARTA, iNews.id – Komandan Gabungan Relawan Demokrasi Pancasila (Garda Depan), Lieus Sungkharisma, mengaku telah berbicara dengan sejumlah tokoh, ulama, dan aktivis untuk memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, yang kini berada di Arab Saudi. Menurut dia, mereka bersama-sama ingin memulangkan Rizieq setelah Hari Raya Idul Adha.

“Mereka semua siap dengan dana sendiri berangkat untuk menjemput Habib,” kata Lieus ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2019).

Menurut Lieus, tokoh, ulama, dan aktivis siap merogoh kocek pribadi untuk memulangkan Habib Rizieq. Bahkan, mereka siap membayar denda overstay yang membuat Rizieq kesulitan pulang ke Indonesia.

Dia pun berencana menggandeng kelima rekannya yakni Hafidz Abbas (mantan komisioner Komnas HAM), Margarito Kamis (ahli hukum), MS Kaban (politikus PBB), Muhammad Taufik (praktisi hukum), dan Ahmad Yani (politikus PBB) akan menjemput langsung Rizieq ke Arab Saudi. “Semua urusan itu enteng, karena apa? Karena ini tokoh besar, kalau memang mesti bayar, setiap penggemar (pengikut Habib Rizieq) suruh nyumbang saja, selesai itu duitnya kelebihan,” ungkap Lieus.

Dia yakin, rencana koalisi masyarakat sipil untuk memulangkan Habib Rizieq, akan direstui oleh FPI. Pasalnya, keberadaan sang imam sangat dirindukan rakyat di Indonesia. “Saya kira Habib Rizieq ini bukan cuma punya FPI, Habib Rizieq ini sudah punya rakyat Indonesia,” kata dia.

BACA JUGA:

Momen Rizieq Shihab Hadiri Pemakaman Mbah Moen di Ma'la

FPI: Habib Rizieq Dicegah Keluar dari Arab Saudi oleh Pihak di Tanah Air

Sementara, politikus PBB Ahmad Yani menyebut rekonsiliasi politik nasional telah dilakukan. Setelah rekonsiliasi, seharusnya suasana politik nasional tidak perlu lagi panas.

Dari situ, kata dia, Habib Rizieq wajib pulang ke Indonesia. Pemulangan Rizieq untuk membuktikan bahwa rekonsiliasi politik yang dilakukan tokoh, bukan hanya ucapan semata. “Makanya saya usulkan, kan pemerintah menyatakan tidak ada masalah, sudah jemput saja. Untuk membuktikan itu (rekonsiliasi politik tidak sekadar ucapan),” kata Yani.


Editor : Ahmad Islamy Jamil