Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Isra Mikraj di Istiqlal, Menag Nasaruddin Umar Gaungkan Ekoteologi dan Toleransi
Advertisement . Scroll to see content

Bertemu Grand Sheikh Al-Azhar, Wapres Sebut Islam Bukan Agama Kekerasan tapi Penuh Toleransi

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:25:00 WIB
Bertemu Grand Sheikh Al-Azhar, Wapres Sebut Islam Bukan Agama Kekerasan tapi Penuh Toleransi
Wapres Ma"ruf Amin membahas situasi di Gaza saat bertemu Grand Syekh Al Azhar Ahmed Mohammed Ahmed Al-Thayeb. (Foto: Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin bertemu dengan Grand Syekh (Imam Besar) Al-Azhar Ahmad Muhammad Ahmad At Tayyeb Al Hassani, di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Rabu (10/7/2024). Wapres menyoroti pentingnya kerja sama dalam penyebaran Islam wasathiyyah untuk mengatasi tantangan.

Ma'ruf Amin menegaskan Islam bukanlah agama kekerasan, melainkan agama yang penuh kasih, toleran, dan menghormati perbedaan. 

"Kita perlu menunjukkan kepada dunia bahwa Islam bukanlah agama kekerasan. Sebaliknya, Islam agama yang penuh kasih, toleran, dan menghormati perbedaan," kata Wapres di Istana Wakil Presiden, Rabu (10/7).

Wapres mengungkapkan kebahagiaannya atas kunjungan Syekh Tayyeb yang bertepatan dengan awal Tahun Baru 1 Muharram 1446 H. Dia mengapresiasi kerja sama yang erat antara Indonesia dan Al- Azhar, yang dianggapnya sebagai bagian penting dalam sejarah hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Mesir.

"Kita perlu dorong adanya pemahaman yang lebih baik di antara negara-negara non-Muslim terhadap Islam. Di saat yang sama, kita juga perlu dorong mereka agar bertindak tegas terhadap aksi-aksi kebencian terhadap Islam, seperti pembakaran Al Quran,” katanya.

Senada dengan Wapres, Grand Syekh Al-Azhar At Tayyeb Al Hassani juga menekankan pentingnya menyebarkan ajaran Islam wasathiyyah yang moderat ke dunia barat untuk menciptakan harmoni antara dunia Barat dan Timur.

“Perlunya kita menyebarkan Islam wasathiyyah yang moderat di kalangan dunia Barat agar nantinya antara dunia Barat dan dunia Timur kembali bisa berdampingan secara harmonis," ujarnya.

Lebih jauh Grand Syekh mengapresiasi berbagai konferensi yang telah diselenggarakan oleh Al-Azhar dan organisasi lainnya untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar. Namun, ia mengakui bahwa hasil yang diharapkan belum sepenuhnya tercapai.

“Sebenarnya telah banyak sekali konferensi-konferensi dan pertemuan yang diselenggarakan baik oleh Al-Azhar ini terkait dengan isu atau persoalan ini. Tetapi sayangnya hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan apa yang telah dikeluarkan, hasilnya tidak seperti yang diharapkan,” jelasnya.

Grand Syekh pun berharap adanya konferensi global yang dapat menyuarakan kesepakatan seluruh dunia Islam untuk memperkuat pesan perdamaian dan kebersamaan.

“Karena itu dalam pandangan saya pribadi bahwa yang sekarang perlu diprioritaskan adalah menyelenggarakan sebuah konferensi yang bisa menjadi kesepakatan seluruh dunia Islam. Sehingga nantinya suara atau pesan yang dikeluarkan dari konferensi ini adalah suara yang mewakili keseluruhan Islam di dunia,” katanya.

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut