BGN Uji Coba Sistem Prasmanan di Program MBG, Siswa Boleh Tambah Makanan
JAKARTA, iNews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menguji coba sistem penyajian prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui mekanisme ini, siswa tetap mendapatkan porsi awal sesuai standar gizi, tetapi bisa mengambil tambahan makanan jika masih membutuhkan dan persediaan tersedia.
Kepala BGN Sudaryono menjelaskan, penerapan sistem prasmanan akan dilakukan secara bertahap melalui uji coba dan evaluasi. Kesiapan dapur penyedia makanan, sekolah, peralatan, serta kebutuhan peserta didik menjadi pertimbangan utama sebelum sistem tersebut diterapkan.
“Prasmanan ini bukan berarti bisa diterapkan begitu saja. Dapurnya harus dilatih, sekolahnya juga harus dilatih, dan kami harus memastikan semuanya siap. Setelah itu, baru bisa diterapkan secara bertahap dengan standar yang sama,” ujar Sudaryono dalam keterangan resminya dikutip Sabtu (17/20/2026).
Menurut dia, sistem prasmanan berpotensi meningkatkan efektivitas pemenuhan gizi siswa. Setiap anak tetap harus menerima porsi awal sesuai takaran yang ditetapkan, sedangkan makanan tambahan disediakan bagi siswa yang masih membutuhkan.
“Porsi awal tetap harus ditakar sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, kebutuhan makan siswa dapat dilayani dengan lebih baik,” jelasnya.
Meski demikian, BGN mempertimbangkan perbedaan kebutuhan gizi dan kemampuan anak berdasarkan usia serta jenjang kelas. Kebutuhan siswa kelas satu sekolah dasar, misalnya, berbeda dengan siswa kelas empat. Karena itu, mekanisme prasmanan perlu disesuaikan agar anak dapat mengambil makanan sesuai kebutuhannya.
BGN juga menilai edukasi dan pemahaman orang tua diperlukan untuk mendukung penerapan sistem tersebut. Sekolah yang belum siap menggunakan mekanisme prasmanan tetap dapat menjalankan program MBG dengan sistem penyajian yang selama ini diterapkan.
“Setiap sekolah memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, kami ingin memastikan sekolah yang menerapkan prasmanan benar-benar siap. Standarnya harus sama, mulai dari kesiapan pelaksana hingga peralatan yang digunakan, agar pelaksanaannya tidak menimbulkan persoalan baru,” ungkapnya.
Editor: Puti Aini Yasmin