Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Melemah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Airlangga: Itu Tugas BI Menjaga
Advertisement . Scroll to see content

BI Ungkap Penyebab Rupiah Anjlok Sentuh Rp17.300 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 - 12:55:00 WIB
BI Ungkap Penyebab Rupiah Anjlok Sentuh Rp17.300 per Dolar AS
BI buka suara terkait penyebab nilai tukar rupiah tembus Rp17.300 per dolar AS. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) buka suara terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang menyentuh Rp17.300 per dolar AS. BI menjelaskan hal itu terjadi karena rupiah mengalami tekanan hebat akibat meningkatnya ketidakpastian global.

Menurut Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti tekanan yang terjadi pada rupiah tidak terlepas dari sentimen global yang juga menghantam mata uang di kawasan regional.  Meski melemah, BI menilai pelemahan secara tahun berjalan masih berada dalam rentang yang sejalan dengan mata uang kawasan lainnya.

"Tekanan terhadap rupiah hari ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global yang juga menekan mata uang regional. Pergerakan rupiah masih sejalan dengan kawasan, dengan pelemahan year-to-date sebesar 3,54 persen," ujar Destry melalui keterangan resmi Departemen Komunikasi BI, Kamis (23/4/2026).

Menghadapi volatilitas yang tinggi, BI menegaskan telah meningkatkan intensitas intervensi. Strategi stabilisasi dilakukan melalui pendekatan triple intervention, baik di pasar domestik maupun luar negeri (offshore).

Selain melakukan intervensi di pasar spot, BI juga aktif di pasar Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), pasar NDF global, hingga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder untuk menjaga daya tarik aset domestik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan intensitas intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, serta memperkuat struktur suku bunga instrumen moneter pro-market guna menjaga daya tarik aset domestik di tengah berlanjutnya dampak konflik Timur Tengah," tegas Destry.

Bank Indonesia memastikan memiliki amunisi yang cukup untuk melakukan stabilisasi. Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 masih berada pada level yang kuat, yakni sebesar 148,2 miliar dolar AS.

Destry kembali memberikan sinyal kepada pelaku pasar bahwa otoritas moneter akan senantiasa hadir dan mengambil tindakan terukur sesuai dinamika pasar yang berkembang.

Sementara itu, berdasarkan data pasar pagi ini, pergerakan rupiah terpantau terus melemah dan sempat menyentuh angka psikologis baru di level Rp17.300 per Dolar AS.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut