Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Angka Golput di Pilkada Jakarta Dikabarkan Tinggi, Ini Kata KPU DKI
Advertisement . Scroll to see content

Bivitri Tegaskan Film Dirty Vote Tak Bertujuan Bikin Orang Lompat Pilihan atau Golput

Selasa, 13 Februari 2024 - 20:48:00 WIB
Bivitri Tegaskan Film Dirty Vote Tak Bertujuan Bikin Orang Lompat Pilihan atau Golput
Ahli hukum tata negara, Bivitri Susanti (tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ahli hukum tata negara Bivitri Susanti menegaskan film dokumenter Dirty Vote tak bertujuan untuk membuat orang lompat pilihan atau golput. Menurutnya, film yang membahas dugaan kecurangan Pemilu 2024 itu untuk membuat orang berpikir ulang dan berefleksi lebih dalam.

"Film ini bisa membuat kita memikirkan ulang, merefleksikan lebih mendalam, milih nggak milih terserah, mau pilih yang mana kek juga terserah, tujuan kita bukan itu. Karena di medsos kami banyak yang 'bodo amat kami akan pilih ini' ya terserah. Karena tujuan kita bukan membuat orang lompat pilihan atau jadi golput, sama sekali tidak," kata Bivitri dalam bedah film Dirty Vote, Selasa (13/2/2024).

Bivitri menekankan, pesan utama film ini adalah terkait kekuasaan. Hal itu sejalan dengan apa yang dipelajari sebagai ahli hukum tata negara.

"Jadi bisa dilihat betul pesannya adalah kekuasaan itu, karena kami orang hukum tata negara jadi yang kami pelajari tentang kekuasaan dan wewenang," ucapnya.

Menurut Bivitri, film yang melibatkan dirinya bersama Feri Amsari dan Zainal Arifin Mochtar itu memperlihatkan kekuasaan yang luar biasa dari seorang kepala negara. Menurutnya, kekuasaan yang disalahgunakan berdampak sekali pada demokrasi di Indonesia.

"Ternyata bisa terlihat bagaimana kekuasaan luar biasa dari seorang kepala pemerintahan dan kepala negara di sebuah negara presidential itu begitu disalahgunakan itu luar biasa sekali impactnya pada demokrasi Indonesia, sampai pengadilan sekelas Mahkamah Konstitusi (MK) pun bisa dibusukkan dari dalam dengan kekuasaan itu. Itu yang sebenarnya yang ingin kami ceritakan," ucapnya.

Bivitri menyebut, terlalu receh jika film hanya mengurus atau mengubah pilihan orang dalam pesta demokrasi lima tahunan itu. Pihaknya lebih mementingkan demokrasi di Tanah Air.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut