Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengimajinasikan Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

BKKBN: Stunting Ancam Bonus Demografi Indonesia

Jumat, 17 Juni 2022 - 17:45:00 WIB
BKKBN: Stunting Ancam Bonus Demografi Indonesia
Siswa MI Ar Ridho Jakarta Barat mengikuti kegiatan aksi sarapan bergizi seimbang yang diinisiasi tim HMS ACT.
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Saat ini Indonesia tengah memasuki fase bonus demografi. Di mana jumlah penduduk usia produktif lebih banyak dibandingkan dengan usia tidak produktif.

Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Muhadjir Effendy memperkirakan Indonesia mengalami puncak bonus demografi akan terjadi pada tahun 2030. Setelah itu, Indonesia akan bergeser pada era ageing population atau era penduduk usia tua. 

Namun, menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, ada hal yang mengancam bonus demografi, yaitu stunting. Hal tersebut bukan tanpa alasan karena stunting memengaruhi kualitas SDM di kemudian hari.

"Generasi stunting dan tidak sehat itu tidak produktif. Sehingga saat bonus demografi sudah berlalu akhirnya ya kita menjadi growing old before growing rich, menjadi orang tua tapi miskin. Ini bahaya sekali kalau tidak diantisipasi mulai sekarang," tutur Hasto dikutip dari laman BKKBN.

Hasto menambahkan, tanda berhasil memetik era bonus demografi adalah ketika ageing population meningkat, maka orang-orang yang sudah melewati usia produktif masih tetap produktif, sehat, dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan. 

Agar berhasil memetik bonus demografi, maka erat kaitannya dengan kesehatan. Bonus demografi yang tertransformasikan menjadi bonus kesejahteraan terlihat dari pendapatan per kapita yang meningkat.

ACT turut berupaya atasi stunting

Mengatasi stunting diperlukan solusi yang berkelanjutan. Untuk itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui Humanity Medical Services turut mengambil upaya penanganan stunting lewat program medisnya.

Direktur Humanity Medical Services Dokter Arini Retno Palupi mengatakan, langkah ACT menangani stunting telah berlangsung beberapa lama. Hal itu dimulai dari pemberian edukasi kepada orang tua, dan ibu hamil.

ACT juga memberikan pemenuhan gizi kepada anak agar terhindar dari penyakit stunting.

“Penanganan stunting merupakan langkah panjang dan Insya Allah akan menyeluruh. Sehingga selain edukasi medis dan pemenuhan gizi, pendampingan juga akan bersifat pemberdayaan ekonomi kepada orang tua dengan harapan mereka mampu mengakses asupan gizi seimbang secara mandiri,” kata Dokter Arini.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut