Blangko E-KTP Kurang 25 Juta Keping, Kemendagri Prioritaskan Anak-Anak dan Korban Bencana

Koran SINDO ยท Rabu, 15 Januari 2020 - 10:50 WIB
Blangko E-KTP Kurang 25 Juta Keping, Kemendagri Prioritaskan Anak-Anak dan Korban Bencana

Ilustrasi e-ktp. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan persediaan blangko kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) tahun 2020 kurang 25 juta keping jika dibandingkan dengan kebutuhan. Tahun ini Kemendagri baru menyediakan 16 juta keping blangko E-KTP.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Zudan Arif Fakrullah mengatakan kebutuhan blangko E-KTP tahun 2020 mencapai 41 juta keping. Hal itu mempertimbangkan sejumlah hal seperti kemungkinan pemekaran desa, kecamatan, dan kabupaten.

"Jumlah itu berdasarkan penghitungan dengan asumsi pemekaran daerah. Saat ini sudah siap 16 juta keping dan masih ada kebutuhan 25 juta lebih sedikit," kata Zudan di Jakarta, Selasa (14/1/2020).

BACA JUGA: Video Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri, Cetak e-KTP Hanya 1,5 Menit

Zudan mengatakan 16 juta blangko E-KTP yang sudah tersedia akan didistribusikan untuk kelompok masyarakat yang menjadi prioritas. Mereka adalah anak-anak yang baru saja mendapatkan haknya untuk memperoleh E-KTP dan korban bencana alam yang KTP-nya hilang atau rusak.

"Kemudian kelompok masyarakat yang sudah memiliki surat keterangan pengganti KTP menjadi prioritas berikutnya untuk mendapatkan E-KTP," ucapnya.

Jika pemerintah melakukan pemekaran daerah, Zudan mengingatkan masyarakat di daerah baru agar tak buru-buru mengganti KTP-nya karena tidak menjadi prioritas. Dia juga menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik untuk segera mengganti E-KTP yang ada masa berlakunya karena Kemendagri menjamin E-KTP tersebut akan terus berlaku.

BACA JUGA: Begini Modus Pencurian Data E-KTP dan KK Versi Hendra Hendrawan

"Jika ada pemekaran daerah, masyarakat disarankan jangan minta ganti E-KTP dulu karena pasti 16 juta keping tidak akan cukup. Begitu juga untuk masyarakat pemegang E-KTP yang ada masa berlakunya pada pencetakan periode 2011-2013. KTP tersebut tidak perlu diganti dengan blangko bertuliskan seumur hidup," ucapnya.

Sebelumnya Mendagri Tito Karnavian melakukan pertemuan khusus dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani membahas permohonan penambahan dana penyediaan blangko E-KTP. Tito mengatakan kelangkaan blangko jangan sampai mengganggu pelayanan kepada masyarakat.


Editor : Rizal Bomantama