BMKG: 7.429 Gempa Susulan Guncang NTT Pascagempa M7,7, 143 Dirasakan
JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 7.429 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Data ini merupakan hasil pemantauan hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WIB. Dari ribuan gempa susulan itu, gempa terbesar tercatat mencapai M6,2.
“Total gempa bumi susulan 7.429, magnitudo terbesar M6,2,” tulis BMKG dalam keterangannya, Rabu (26/8/2026).
BMKG juga mencatat 33 gempa susulan berkekuatan di atas M5. Selain itu, sebanyak 143 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat gempa M7,7 yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 kembali bertambah.
Hingga hari ke-11 penanganan bencana, total korban meninggal mencapai 103 orang. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat penambahan tiga korban meninggal dibandingkan data sebelumnya.
“Saat ini, pada hari ini kami mencatat ada ketambahan tiga jiwa meninggal menjadi 103 untuk hari ini catatan kami,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/8/2026).
Berdasarkan data BNPB, korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41 orang, disusul Manggarai Timur sebanyak 34 orang. Sementara itu, korban lainnya tersebar di sejumlah kabupaten terdampak.
Dari sisi demografi, korban meninggal didominasi perempuan dengan proporsi 55 persen, sedangkan laki-laki 45 persen. Berdasarkan kelompok usia, korban terbanyak berasal dari kelompok lanjut usia dengan proporsi 45 persen, disusul usia dewasa sebesar 37 persen.
Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga bertambah 63 orang sehingga total mencapai 1.666 orang.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang mengalami luka berat dan 404 orang luka ringan.
“Yang terbesar itu ada di Manggarai Timur di mana luka berat sebesar 239 orang, luka ringan sebesar 404 orang,” ujarnya.
Editor: Aditya Pratama