Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Asap Karhutla Masuk Jakarta, Rano Karno: Nggak Boleh Panik
Advertisement . Scroll to see content

BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:04:00 WIB
BMKG: Asap Karhutla Mulai Menjauh dari Jabodetabek
BMKG menyebut asap karhutla mulai menjauh dari Jabodetabek. (Foto: Ilustrasi/X)
Advertisement . Scroll to see content

478 Titik Panas Terdeteksi

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menyampaikan sebaran asap karhutla di wilayah lain masih terpantau di sebagian besar Sumatra dan Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Kepulauan Maluku, serta sebagian besar Papua. Asap di wilayah tersebut terpantau bergerak ke arah barat laut hingga timur laut.

Kondisi itu berkaitan dengan masih terdeteksinya titik panas atau hotspot di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan pada 16 Oktober 2026 pukul 00.00–23.59 WIB, BMKG mencatat 478 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 189 titik. Selanjutnya, Jawa Timur mencatat 89 titik, Papua Selatan 63 titik, serta Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masing-masing 26 titik.

“Meski demikian, jumlah titik panas harian di Kalimantan Tengah menurun signifikan dibandingkan pemantauan pada 15 Oktober 2026, dari 485 titik menjadi 26 titik. Perkembangan ini menunjukkan penurunan jumlah titik panas yang terdeteksi di wilayah tersebut, meskipun potensi karhutla tetap perlu diwaspadai,” ujar Andri.

Di sisi lain, kondisi cuaca di Indonesia masih bervariasi. Sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan sebagian Kalimantan, masih mengalami kondisi relatif kering. BMKG memprakirakan kondisi tersebut berlanjut pada 17–24 Oktober 2026 seiring rendahnya potensi pertumbuhan awan hujan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut