Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Ungkap 1.225 Ton Bantuan Logistik Gempa M7,7 Sudah Masuk NTT, Belum Semua Pengungsi Terjangkau
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Catat 7.029 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 NTT, 141 Dirasakan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:40:00 WIB
BMKG Catat 7.029 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 NTT, 141 Dirasakan
Kondisi rumah yang terdampak gempa M7,7 di Desa Peozaka Ramba, Kabupaten Ende, NTT. (Foto: Dok. BNPB)
Advertisement . Scroll to see content

Selain korban meninggal, sebanyak 1.603 orang mengalami luka-luka. Sementara itu, jumlah warga yang masih mengungsi mencapai 180.327 jiwa.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan, peningkatan jumlah korban meninggal terjadi karena sejumlah korban yang sebelumnya mengalami luka berat tidak berhasil diselamatkan setelah menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.

"Untuk jumlah meninggal, ini perlu kami tegaskan bahwa yang meninggal 100 ini adalah korban gempa yang semula luka berat, yang dirawat di fasilitas kesehatan, ini tidak berhasil diselamatkan. Sehingga yang semula di hari pertama hari kedua ada 48 yang meninggal dunia, angka per hari ini total menjadi 100 yang meninggal dunia," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026).

Gempa juga menyebabkan kerusakan cukup besar pada rumah warga. BNPB mencatat sebanyak 73.818 unit rumah mengalami kerusakan.

Rinciannya, sebanyak 23.276 rumah mengalami rusak berat, 17.563 unit rusak sedang, dan 32.979 unit lainnya mengalami rusak ringan.

Selain bangunan tempat tinggal, sebanyak 1.915 fasilitas umum turut mengalami kerusakan. Fasilitas yang terdampak meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta sejumlah infrastruktur lainnya.

Pemerintah hingga kini masih melakukan penanganan terhadap dampak gempa, termasuk evakuasi, pemenuhan kebutuhan pengungsi, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut