BMKG Identifikasi Ribuan Titik Panas di Indonesia dan Beberapa Negara ASEAN

Ilma De Sabrini ยท Sabtu, 07 September 2019 - 09:31 WIB
BMKG Identifikasi Ribuan Titik Panas di Indonesia dan Beberapa Negara ASEAN

Asap mengepul dari lahan gambut yang terbakar di desa penyangga Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS), Simpang, Berbak, Tanjungjabung Timur, Jambi, Kamis (5/9/2019). (Foto: Antara/Wahdi Septiawan).

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta kepada masyarakat untuk terus mewaspadai sebaran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas, khususnya Sumatera dan Kalimantan. Hingga saat ini terdapat titik panas di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan hasil pemantauan citra Satelit Terra, Aqua, Suomi-NPP, NOAA-20, dan Satelit Himawari-8 (JMA) selama 10 hari terakhir (27 Agustus–5 September 2019) BMKG telah mengidentifikasi setidaknya terdapat 3.649 titik panas dengan kategori tingkat kepercayaan tinggi di seluruh wilayah Asia Tenggara.

Hasil monitoring BMKG, terdapat juga jumlah titik panas di berbagai wilayah ASEAN dengan tren naik. Terpantau mulai 27 Agustus 2019 sebanyak 95 titik naik menjadi 266 titik pada 30 Agustus 2019.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan 61 Tersangka Karhutla di 6 Provinsi

Titik panas itu meningkat lagi menjadi 381 titik pada 1 September 2019 dan kembali naik menjadi 787 titik pada 4 September 2019. Lokasi dari titik panas tersebut di antaranya berada di wilayah Indonesia yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Selain itu, terdeteksi juga di Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Vietnam, dan Timor Leste.

Berdasarkan pantauan kondisi atmosfer terkini, kondisi massa udara di atas wilayah Indonesia masih relatif kering sehingga menyebabkan berkurangnya potensi hujan di wilayah yang dilewati.

Adapun beberapa wilayah di Indonesia yang dalam sepekan kedepan diperkirakan akan mengalami hujan sedang-lebat antara lain Aceh, Sumatera Utara, Riau bagian Utara, Kalimantan Utara, dan Papua.

”Diimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan, dan di satu sisi tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir di wilayah yang berpotensi hujan lebat,” bunyi siaran pers BMKG, Sabtu (6/9/2019).


Editor : Zen Teguh