Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Atasi Karhutla, Pemerintah Gunakan Dry Ice OMC untuk Pecah Asap dan Datangkan Hujan
Advertisement . Scroll to see content

BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:01:00 WIB
BMKG Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Urai Asap Karhutla di Sumatera-Kalimantan
BMKG menggunakan dry ice untuk modifikasi cuaca mengurai asap karhutla di Sumatera dan Kalimantan. (Foto: BMKG)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama TNI, BNPB, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), Kementerian Pertahanan (Kemenhan), dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerapkan penyemaian dry ice atau es kering melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dilakukan untuk membantu mengurai kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan.

Teknik tersebut menyasar lapisan inversi atmosfer yang menahan asap di dekat permukaan bumi. Metode ini menjadi salah satu alternatif ketika awan potensial untuk penyemaian hujan terbatas.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, penyemaian dry ice merupakan langkah taktis untuk mengatasi kondisi atmosfer yang menghambat penyebaran asap. Dalam kondisi tertentu, asap karhutla dapat terperangkap di lapisan atmosfer dekat permukaan hingga ketinggian 6.000–7.000 kaki, bahkan lebih tinggi.

Sementara itu, Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG Tri Handoko Seto menjelaskan, lapisan inversi bertindak seperti tutup yang menghambat pergerakan udara secara vertikal. Untuk mengatasinya, OMC menyemai dry ice dari pesawat pada lapisan atmosfer di atas inversi.

Proses sublimasi es kering memicu pendinginan dan penurunan suhu secara mendadak sehingga membantu membuka kembali aliran konveksi di atmosfer.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut