BMKG: Tren Gempa Bumi 2021 Meningkat, Waspada Risiko Tsunami
Kemudian, 2018 melompat menjadi 11.920 kali kejadian dan 2019 masih bertahan terjadi kejadian dengan angka 11.588 kali. Selanjutnya, di 2020 mulai menurun, yakni terjadi sebanyak 8.258 kali.
Menurutnya, gempa bumi yang terjadi seringkali merupakan gempa bumi dangkal yang kedalamannya kurang dari 20 KM dangkal dan sangat merusak. Data tersebut membuktikan adanya peningkatan risiko bencana.
Dia menyampaikan, lokasi yang pernah mengalami tsunami akibat erupsi gunung api, ada sembilan titik dan sebagian besar ada di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Sejarah, lanjut dia membuktikan beberapa kali terjadi tsunami akibat erupsi gunung api. Bahkan, wilayah dengan gunung tidak aktif seperti di Pulau Madura, dari data terkini diprediksi berpotensi terjadi gempa dari patahan Pulau Kambing dan akan timbul tsunami.
Mengantisipasi fenomena tersebut, BMKG di seluruh Indonesia dikerahkan untuk melakukan survei di lapangan untuk memperbarui peta pemodelan zona rawan tsunami.
Selain pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi adanya gempa dan peringatan dini, BMKG juga menggerakkan seluruh wilayah di Indonesia untuk menumbuhkan kearifan lokal masyarakat agar cepat tanggap dan siaga bencana bilamana merasakan getaran akibat gempa, sehingga mudah melakukan evakuasi diri.
"Karena alasannya yang pertama peningkatan gempa bumi akan berpotensi meningkatkan kejadian tsunami. Kami instruksikan lapangan cek seluruh pantai-pantai di Indonesia dan melakukan pemetaan pemodelan untuk menentukan zona rawan tsunami," katanya.
Editor: Kurnia Illahi