BNN: Narkoba Ancam Bonus Demografi Indonesia

Eko Ardiyanto ยท Jumat, 21 Juni 2019 - 18:26 WIB
BNN: Narkoba Ancam Bonus Demografi Indonesia

Dari kiri ke kanan: Eko Ardiyanto (jurnalis senior iNews); Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko; Kepala Divisi News Gathering MNC Media, Geong Rusdianto, dan; Karo Humas BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo.

JAKARTA, iNews.id – Peredaran narkoba di Indonesia semakin hari dinilai kian memprihatinkan. Jika tidak dicegah, pengaruh barang haram itu bisa mengancam bonus demografi di Indonesia yang diperkirakan akan terjadi pada 2020–2030.

“Bonus demografi merupakan keadaan di mana jumlah penduduk usia produktif (15-65 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk nonproduktif yakni yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun,” tutur Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Heru Winarko, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

Dia menjelaskan, saat ini jumlah pengguna narkoba mencapai angka 4 juta orang yang sebagian besar berusia produktif. Pengguna narkoba di Indonesia diklasifikasi ke dalam tiga kelompok, yaitu pengguna coba pakai sebanyak 57 persen, pengguna reaksional 22 persen, dan pengguna addict (pecandu) 16 persen.

“Akibat peredaran dan penggunaan narkoba di Indonesia, kerugian per tahun mencapai Rp80 triliun, baik kerugian ekonomi maupun kerugian sosial yang ditimbulkannya,” ujarnya.

Heru mengungkapkan, saat ini terdapat 74 narkoba jenis baru yang beredar di Indonesia dan sering digunakan para pecandu. Tak hanya itu, ada 650.000 lokasi peredaran narkoba di seluruh Tanah Air, di mana 115 di antaranya berada di Kota Jakarta.

“Perang terhadap narkoba adalah tugas bersama seluruh masyarakat,” ucap jenderal polisi berbintang tiga itu.

Untuk mencegah peredaran narkoba, BNN telah menerapkan strategi “pertahanan aktif” dengan bekerja sama dengan beberapa negara, seperti Malaysia dan Cina. Tujuannya adalah agar penyelundupan narkoba yang marak terjadi lewat kapal-kapal besar di laut bisa ditangkap.

BNN juga aktif melakukan kampanye “stop narkoba” melalui berbagai saluran media, serta menerapkan strategi pendayagunaan masyarakat, seperti membangun tempat pelatihan di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Dalam acara puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) pada Rabu (26/6/2019) nanti yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo di Gedung Tribrata, Jakarta Selatan, BNN akan meluncurkan toko stopnarkoba.com. Toko daring itu menjual berbagai hasil karya pengguna narkoba yang menjalani pembinaan oleh BNN.

Editor : Ahmad Islamy Jamil