Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kapolri Jenderal Suyudi: 11 Korporasi Jadi Tersangka Karhutla, 3 Perusahaan Asing
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Buka Pintu Bantuan Asing untuk Karhutla, Jepang dan Singapura Tawarkan Dukungan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:48:00 WIB
BNPB Buka Pintu Bantuan Asing untuk Karhutla, Jepang dan Singapura Tawarkan Dukungan
Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi menyampaikan Indonesia terbuka menerima bantuan asing untuk menangani karhutla. (Foto: iNews/Binti Mufarida)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuka peluang menerima bantuan asing untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Pemerintah kini mendata kebutuhan peralatan dan teknologi agar bantuan dari negara lain, termasuk Jepang dan Singapura, bisa digunakan secara efektif.

Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengatakan, sejumlah negara telah menawarkan bantuan untuk menangani karhutla. Namun, pemerintah perlu mengidentifikasi kebutuhan di lapangan sebelum menentukan jenis bantuan yang akan diterima.

"Ya sudah ada beberapa negara yang menawarkan kepada kita, saat ini memang kita butuh waktu untuk menginventarisasi bantuan apa saja gitu ya. Sehingga nanti kalau emang kita tidak bisa dan alatnya tidak ada di kita, ya kita minta kepada mereka. Jadi bantuan itu biar maksimal, tepat guna, tepat sasaran, gitu ya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Kristomei menyebut Singapura telah mengirimkan surat penawaran bantuan. Negara tersebut sebelumnya juga telah memberikan dukungan berupa masker, air minum, hingga pesawat Hercules C-130.

Meski demikian, BNPB akan mengevaluasi tawaran tersebut berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan peralatan yang dimiliki Indonesia. Kristomei menilai bantuan dari luar negeri perlu memberikan manfaat nyata, terutama jika peralatan serupa belum tersedia di dalam negeri.

"Jepang, Singapura. Singapura sudah bersurat. Kita lihat lagi, kita list mereka sudah menyerahkan beberapa bantuan, seperti masker, air minum, dan pesawat Hercules C-130 ya. Tapi kan kalau kita punya pesawat C-130 sendiri, ya kenapa harus pinjem dari orang luar gitu ya. Ya kan. Kita lihat keefektifan yang ditawarkan oleh mereka itu apa. Gitu ya," ujarnya.

Dia menegaskan, pemerintah tidak menutup kemungkinan menerima bantuan asing selama peralatan yang ditawarkan memang dibutuhkan untuk menangani kebakaran.

"Ya saya kira kalau emang kita butuh dan kita nggak punya ya, why not? Tapi kalau kita punya kenapa harus susah-susah minta. Gitu ya. Toh kalau contoh pesawat Hercules, negara lain menawarkan ini lho ada pesawat C-130, lha kita juga ada, kan lebih efektif kita gunakan, ya. Kenapa harus kita pinjem," katanya.

Menurut Kristomei, keterbukaan terhadap bantuan negara lain tetap disertai pemeriksaan terhadap jenis dan manfaat bantuan yang ditawarkan. Pemerintah ingin memastikan dukungan tersebut sesuai dengan kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.

"Nggak masalah, nggak ada masalah kita terbuka kok dan memang sudah dibuka untuk kalau memang ada kita, kita sanggup kita ada bantuan dari luar ya kita terima, cuma kan kita lihat dulu bantuan itu apa dulu, gitu ya," tuturnya.

Kristomei menjelaskan, inventarisasi juga bertujuan menemukan kebutuhan yang belum dapat dipenuhi oleh Indonesia, terutama peralatan yang efektif untuk memadamkan api.

"Justru itu, ya nanti kita inventarisasi kan. Misalnya apa yang kita nggak punya yang memang cukup efektif untuk memadamkan api, ya kita pakai," ucapnya.

Dia menambahkan, dukungan yang dibutuhkan lebih berfokus pada teknologi dan peralatan penanganan karhutla, bukan penambahan personel.

"Teknologi dong, alat dan teknologi ya, gitu ya. Kalau manusia, SDM kita banyak kok, ya," katanya.

Terkait target penyelesaian karhutla, Kristomei mengatakan Presiden Prabowo Subianto tidak menetapkan tenggat waktu khusus. Meski begitu, pemerintah berupaya mempercepat penanganan agar masyarakat tidak semakin lama terpapar dampak kebakaran.

"Ya beliau tidak menargetkan spesifik target, tapi kan semakin cepat semakin baik gitu ya. Artinya kan kalau semakin lama kan semakin lama masyarakat kita terpapar. Itu yang saya bilang kemarin kita kecepatan itu, makanya itu. Di enam hari saya dilantik, saya sudah mulai bekerja, membantu untuk ee bagaimana sih caranya supaya kita bisa cepat ambil langkah supaya efektif, tepat guna, tepat sasaran, tepat waktu. Itu ya, kira-kira," ujarnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut