BNPB Catat Karhutla Terjadi di Luwu dan Kolaka Timur, Hanguskan 5,5 Hektare Lahan
JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda dua kabupaten di Sulawesi pada Jumat (30/10/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 5,5 hektare lahan terbakar akibat dua kejadian tersebut.
Peristiwa pertama terjadi di lahan kosong milik warga di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 16.20 WITA.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, api cepat merambat karena kondisi lahan yang kering dan angin cukup kencang.
"Kebakaran melanda lahan kosong milik warga di Desa Karang-karangan, Kecamatan Bua. Api dilaporkan cepat merambat karena kondisi lahan yang kering dan angin yang cukup kencang," kata Berton dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
BNPB memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.
Api berhasil dipadamkan pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 18.30 WITA. Proses pemadaman juga dibantu oleh warga setempat.
Selain itu, karhutla juga terjadi di Desa Woiha, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, tepatnya di belakang Sekolah Luar Biasa (SLB). Kebakaran menghanguskan kebun milik warga yang ditanami kelapa sawit berusia kurang dari satu tahun dan tanaman sagu.
"Berdasarkan laporan yang diterima, tidak ada korban jiwa. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 1,5 hektare," tuturnya.
Berton menyebut, BPBD Kabupaten Kolaka Timur telah berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan asesmen di lokasi kejadian. Hingga Sabtu (31/10/2026), api dilaporkan telah berhasil dipadamkan.
Dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem serta tidak membuka lahan dengan cara membakar untuk mencegah terjadinya karhutla.
Editor: Aditya Pratama