BNPB: Gunung Anak Krakatau Butuh 500 Tahun untuk Erupsi Sedahsyat 1883
"Di 1883 meletus tiga gunung bersamaan di Selat Sunda yaitu Gunung Rakata, Danan dan Perbuwatan. Tiga gunung dengan dapur magma yang begitu besar meletus sangat dahsyat sekali," ujarnya.

Menurut pria kelahiran Boyolali ini, Gunung Anak Krakatau sedang dalam masa pertumbuhan. Letusan yang terjadi sekarang ini membuat gunung semakin menjulang tinggi. Dia juga menyebut sejumlah material, seperti batu dan lava menjadi hal yang biasanya terjadi pada Gunung Anak Krakatau.
"Namanya juga Gunung Anak Krakatau. Itu gunungnya masih pertumbuhan, jadi gunung itu menambah tinggi menjulang, menambah tinggi tubuhnya dengan meletus, rata-rata terjadi pertambahan tinggi 4-6 meter per tahun," ujarnya.
Gunung Krakatau meletus hebat pada 1883. Awan panas dan tsunami akibat erupsi itu menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Suara letusan bahkan terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.
Letusan Krakatau juga menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Debu vulkanik itu bahkan sampai di langit Norwegia hingga New York.