Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Update Banjir Bandang di Sitaro, BNPB: 9 Orang Tewas, 5 Hilang dan 102 Mengungsi
Advertisement . Scroll to see content

BNPB: Gunung Anak Krakatau Butuh 500 Tahun untuk Erupsi Sedahsyat 1883

Selasa, 25 Desember 2018 - 19:25:00 WIB
BNPB: Gunung Anak Krakatau Butuh 500 Tahun untuk Erupsi Sedahsyat 1883
Foto udara letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Minggu (23/12/2018). Longsoran gunung ini telah menyebabkan tsunami yang menghancurkan kawasan pantai barat Banten dan Lampung Selatan. (Foto: Antara/Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat).
Advertisement . Scroll to see content

"Di 1883 meletus tiga gunung bersamaan di Selat Sunda yaitu Gunung Rakata, Danan dan Perbuwatan. Tiga gunung dengan dapur magma yang begitu besar meletus sangat dahsyat sekali," ujarnya.

Menurut pria kelahiran Boyolali ini, Gunung Anak Krakatau sedang dalam masa pertumbuhan. Letusan yang terjadi sekarang ini membuat gunung semakin menjulang tinggi. Dia juga menyebut sejumlah material, seperti batu dan lava menjadi hal yang biasanya terjadi pada Gunung Anak Krakatau.

"Namanya juga Gunung Anak Krakatau. Itu gunungnya masih pertumbuhan, jadi gunung itu menambah tinggi menjulang, menambah tinggi tubuhnya dengan meletus, rata-rata terjadi pertambahan tinggi 4-6 meter per tahun," ujarnya.

Gunung Krakatau meletus hebat pada 1883. Awan panas dan tsunami akibat erupsi itu menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Suara letusan bahkan terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau juga menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Debu vulkanik itu bahkan sampai di langit Norwegia hingga New York.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut