BNPB Kebut Pembangunan Huntara di 5 Kecamatan Aceh Utara, Ditargetkan Rampung Akhir Januari
JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Utara.
Pada tahap pertama, sebanyak 711 unit huntara dibangun di lima kecamata. Angka ini berdasarkan hasil validasi data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara.
Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kolonel Inf Hery Setiono menerangkan, pembangunan huntara tahap pertama dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak dengan kategori rumah rusak berat, hilang, dan hanyut akibat bencana.
"Adapun rincian pembangunan 711 unit huntara tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Baktiya 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan Seunuddon 135 unit," ucap Hery dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).
Di Kecamatan Seunuddon, saat ini tengah dibangun 84 unit huntara tahap pertama di Desa Ulee Rubek Timur, yang sebelumnya merupakan lapangan sepak bola desa. Lahan yang dimanfaatkan memiliki luas sekitar 14.000 meter persegi, dengan pembangunan 16 kopel yang terdiri dari masing-masing 5 unit dan 1 kopel dengan 4 unit.
Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak dengan spesifikasi teras keluarga berukuran 4,8 m x 3,6 m, serta kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m di setiap unit.
Selain itu, hunian dilengkapi fasilitas sanitasi memadai, sumur bor untuk ketersediaan air bersih serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menunjang kesehatan lingkungan.