Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Bersih-Bersih usai OTT KPK, Evaluasi Pengadaan hingga Penggunaan Anggaran
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Basah, Waspada Banjir dan Longsor

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:52:00 WIB
BNPB Peringatkan Potensi Bencana Hidrometeorologi Basah, Waspada Banjir dan Longsor
BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah. Ancaman banjir, angin kencang, hingga tanah longsor masih mengintai sejumlah wilayah di Indonesia akibat potensi cuaca ekstrem.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, masyarakat dan pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman tersebut. Kesiapsiagaan diperlukan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Indonesia dan pemerintah daerah senantiasa melakukan kesiapsiagaan terhadap bahaya hidrometeorologi basah,” ujar Berton dalam keterangannya, dikutip Sabtu (31/10/2026).

Untuk mengantisipasi banjir, BNPB meminta masyarakat bergotong royong membersihkan saluran air dan melakukan susur sungai dengan pendampingan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Masyarakat juga diminta mengenali jalur evakuasi serta menyiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan dasar untuk persediaan minimal tiga hari.

"Warga juga perlu mengidentifikasi jalur evakuasi yang aman dan menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk minimal tiga hari," kata Berton.

Selain itu, pengecekan infrastruktur, bendungan, dan kondisi sungai perlu dilakukan untuk mengantisipasi hujan berintensitas tinggi. Langkah tersebut penting agar potensi bahaya dapat terdeteksi lebih awal sehingga penanganan bisa segera dilakukan.

Menghadapi ancaman angin puting beliung dan angin kencang, BNPB mengimbau masyarakat memperkuat konstruksi atap rumah. Warga juga diminta memangkas ranting pohon yang berpotensi membahayakan rumah maupun ruang publik.

"Warga diminta menghindari berlindung di dekat objek berbahaya, seperti papan reklame dan pohon yang berpotensi tumbang," ujar Berton.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di kawasan rawan longsor diminta segera mengungsi apabila terjadi hujan lebat dalam durasi panjang. Warga juga harus mengenali tanda-tanda pergerakan tanah, seperti munculnya retakan pada tanah maupun lantai rumah.

"Kemudian, identifikasi tanda-tanda bahaya longsor seperti munculnya retakan pada tanah maupun lantai," jelas Berton.

BNPB juga meminta pemerintah daerah meningkatkan pemantauan di wilayah rawan bencana. Kesiapan personel serta sarana dan prasarana penanggulangan bencana harus dipastikan agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

BNPB memperkirakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat dengan status siaga dapat terjadi di tujuh provinsi, yakni Aceh, Lampung, Bengkulu, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara.

Sementara itu, status waspada berupa potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua.

"Status waspada berupa potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi di seluruh wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Bali, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Papua," ucapnya.

Editor: Donald Karouw

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut