BNPB Sebut Korban Tewas Banjir Jabodetabek Empat Orang, 19.901 Mengungsi

Wildan Catra Mulia ยท Rabu, 26 Februari 2020 - 14:59 WIB
BNPB Sebut Korban Tewas Banjir Jabodetabek Empat Orang, 19.901 Mengungsi

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo. (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lima warga tewas karena banjir yang melanda Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Sedangkan 19.901 warga mengungsi.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan, data tersebut diambil dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Rabu (26/2/2020) pukul 11.00 WIB.

"Pusdalops BNPB mencatat korban jiwa 4 orang dan hilang 3," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Rincian korban tewas itu, Agus memaparkan, satu orang berasal dari Kota Bekasi, satu di Jakarta Timur, satu di Jakarta Barat dan satu di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sedangkan yang hilang dua dari Kota Bekasi dan Kota Tangsel.

"Tim gabungan di wilayah Kota Bekasi masih terus mencari korban hilang tersebut," ujarnya.

Sebanyak 19.901 warga Jabodetabek yang mengungsi, menurut Agus, berasal dari 5.954 KK yang tersebar di 214 kelurahan dan desa. Jumlah terdampak tertinggi di wilayah Jakarta Timur.

Para pengungsi, dia memaparkan, tersebar di 89 titik pos pengungsian dan terbanyak di Jakarta Timur sebanyak 53 titik. Pusdalops BNPB mengidentifikasi 11 kabupaten dan kota Jabodetabek terdampak, yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tangerang, Kota Tangsel dan Kabupaten Karawang.

"Banjir yang terjadi di wilayah tersebut berdampak pada 74.452 jiwa atau 22.405 KK," kata Agus.

Jumlah warga terdampak di setiap kabupaten/kota di Jabodetabek yaitu Kabupaten Karawang 43.840 jiwa (14.376 KK), Jakata Timur 24.676 jiwa (6.131 KK), Kota Tangerang 2.574 jiwa (982 KK), Kota Tangerang Selatan 2.380 jiwa (14.376 KK), Jakata Utara 888 jiwa (255 KK) dan Jakarta Barat 94 jiwa (16 KK).

"Ketinggian air di wilayah terdampak masih beragam antara 5–100 cm, seperti di Jakarta Timur di beberapa titik genangan masih mencapai 100 cm," ujar Agus.

Editor : Djibril Muhammad