Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pasokan BBM Bali Kembali Normal, Bahlil Siapkan Cadangan untuk 15 Hari
Advertisement . Scroll to see content

Bos Pertamina Minta Maaf soal Kelangkaan BBM di Bali, Janji Tak Terulang

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:40:00 WIB
Bos Pertamina Minta Maaf soal Kelangkaan BBM di Bali, Janji Tak Terulang
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri meminta maaf atas kelangkaan BBM di Bali. (Foto: tangkapan layar)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang kendaraan di Bali. Perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah itu berkomitmen membenahi distribusi dan operasional agar gangguan pasokan serupa tidak kembali terjadi.

"Saya atas nama Pertamina Group, sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, dan kami berjanji serta berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari," ujar Simon dalam konferensi pers di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).

Simon menambahkan, Pertamina telah mengevaluasi pengelolaan logistik untuk memastikan kelancaran pasokan energi. Menurutnya, distribusi BBM menjadi prioritas karena berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat Bali.

"Pertamina tentunya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, penyaluran, dan distribusi energi, memastikan seluruh wilayah terlayani dengan baik, terlebih energi adalah denyut nadi perekonomian Bali untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, serta aktivitas ekonomi lainnya," kata dia.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memimpin rapat koordinasi penanganan distribusi BBM bersama jajaran direksi Pertamina, BPH Migas, dan Pemerintah Provinsi Bali. Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah menyatakan pelayanan di SPBU telah kembali normal.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut