BPIP Tegaskan Pancasila Harus Jadi Prinsip Dasar ASN

Anindita Trinoviana ยท Selasa, 05 Juli 2022 - 20:22:00 WIB
BPIP Tegaskan Pancasila Harus Jadi Prinsip Dasar ASN
BPIP gelar Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi ASN di Kupang, NTT pada Selasa (5/7/2022). (Foto: Dok BPIP)

NTT, iNews.id - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar pendidikan dan pelatihan pembinaan ideologi Pancasila bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Selasa (5/7/2022).

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo saat membuka acara mengatakan, Pancasila harus menjadi prinsip dasar dalam melaksanakan tugasnya (working ideology) dalam bekerja sebagai abdi negara.

“Tugas ASN adalah mengaplikasikan Pancasila dalam Logos atau pengetahuan, Ethos semangat bekerja, dan Pathos kesetiakawanan serta menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bekerja,” ujarnya. 

Menurutnya, dalam dunia digital kesadaran kritis kerap hilang, tanpa adanya pendidikan literasi akan menjadikan kita mekanis seperti robot. 

Dia juga menuturkan, saat ini ASN menghadapi era digitalisasi yang tidak mengenal ruang dan waktu, harus menjadi kesempatan ASN dalam membumikan nilai-nilai Pancasila melalui ruang digital karena saat ini masih banyak ruang dan waktu itu diisi oleh berita-berita bohong, dan ujaran kebencian.

Bahkan menurutnya, hampir semua lini sudah terkena virus radikalisme yang ingin menggantikan ideologi Pancasila dengan ideologi yang lain melalui ruang digital.

“Dalam sejarah kita dapat belajar Ideologi Pancasila tidak hanya menjadi falsafah, tetapi juga menjadi alat pemersatu. Pancasila menjadi dasar dari segala dasar dan sumber dari segala sumber,” tuturnya.

Lanjutnya, orang Indonesia yang mengakui hidup di bumi Indonesia, maka ideologinya harus Pancasila dan menjadikan Pancasila sebagai living ideologi.

Dia menyebut, Presiden Jokowi mengatakan pada 1 Juni di Ende bahwa, Pancasila harus menjadi living dan working ideologi. ASN harus menghayati ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dengan menghormati perbedaan agama, multikultur, solidaritas, dan gotong royong.

Editor : Anindita Trinoviana

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda