Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : In Memoriam Try Sutrisno: Jejak Pemikiran dan Pengabdian Negarawan Penjaga Pancasila
Advertisement . Scroll to see content

BPIP Tetapkan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong

Minggu, 07 Maret 2021 - 12:59:00 WIB
BPIP Tetapkan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong
Kepala BPIP Yudian Wahyudi meresmikan Desa Karungan dan Pasar Bahulak, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sebagai Desa Pancasila dan Pasar Gotong Royong, Minggu (7/3/2021). (Foto: Dok. BPIP).
Advertisement . Scroll to see content

SRAGEN, iNews.id - Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi meresmikan Desa Karungan dan Pasar Bahulak, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sebagai Desa Pancasila dan Pasar Gotong Royong, Minggu (7/3/2021). Masyarakat desa setempat dinilai telah menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk mengembangkan sektor perekonomian.

Dia menuturkan, dalam pesan Bung Karno, pengamalan nilai Pancasila kuncinya ada di gotong royong di semua kehidupan. Masyarakat Desa Karungan, kata dia telah bergotong royong untuk membangkitkan sektor ekonomi desa.

"Apa yang dilakukan desa karungan menjadi uswah hasanah (teladan) dan akan membangkitkan ekonomi Indonesia jika diikuti secara besar-besaran (oleh daerah lain)," ujar Yudian saat memberi sambutan pada acara Deklarasi Desa Karungan Sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak Sebagai Pasar Gotong Royong, Minggu (7/3/2021).

Menurutnya, saat pandemi virus corona (Covid-19) melanda, perekonomian masyarakat terguncang. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, pertanian merupakan satu-satunya bidang yang tumbuh positif. 

"Ini menunjukkan desa dan pertanian penting. Karakter ekonomi desa yang cenderung padat karya, menjadi jaring penyelamat warga dari goncangan ekonomi," ucapnya.

Dia menjelaskan, undang-undang memberi ruang gerak yang luar biasa untuk masyarakat desa untuk mendorong produksi dan konsumsi lokal dan menciptakan ikon wisata seperti Pasar Bahulak di Desa Karungan.

Ruang ini, kata dia memiliki karakter yang berbeda dengan ekonomi yang ditopang pemodal besar membawa tenaga kerja dari mana-mana dan keuntungannya dibawa lari pemilik modal untuk ditanam di tempat lain.

"Komponen lokal memiliki keunggulan, kemampuan bertahan lebih tinggi saat terjadi krisis ekonomi global., menjadi katalisator pegentasan kemiskinan, terutama ketika modal ditanam kembali di tingkat desa," katanya.

Sementara, Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno mengatakan, sangat bergembira dengan apresiasi warga, tidak hanya dari Sragen,tapi juga dari Solo dan Semarang yang mendatangi Pasar Bahulak. Apalagi, dengan penetapan Desa Karungan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Bahulak sebagai Pasar Gotong Royong oleh BPIP membuatnya sebagai wakil pemerintah kabupaten mendapat kehormatan besar.

"Semoga deklarasi ini menjadi pemberi motivasi bagi masyarakat Desa Karungan untuk terus mengembangkan nilai-nilai Pancasila di sektor ekonomi," ucapnya.

Tentang Desa Karungan dan Pasar Bahulak

Pada kesempatan yang sama, Kepala Desa Karungan Joko Sunarso menceritakan soal peran masyarakat Desa Karungan dalam mendirikan Pasar Bahulak bermula dengan kondisi tanah kas Desa seluas empat hektare yang tak maksimal dalam pengelolaanya.

Kemudian, dengan semangat gotong royong dan ketulusan masyarakat desa, ingin menciptakan pasar yang mengenang kuliner masa lalu. Kuliner itu, kata dia sudah tidak ditemukan di pasar moderen.

"Maka dari itu, dengan keikhlasan warga dan paguyuban  terciptalah pasar ini dan alhamdulillah selama kegiatan pasar mulai September 2020 hingga saat ini berjalan lancar dan ramai yang sangat bermanfaat untuk desa kami," katanya.

Adanya Pasar Bahulak ini, lanjut dia ada 74 pedagang yang semuanya warga desa untuk berjualan di pasar. Dan, setiap kegiatan pasar yang dilaksanakan dua pekan sekali, mengerahkan 292 tenaga kerja. 

"Mereka sangat senang, rukun dan guyub untuk mencintai desanya sebagai rasa nasionalisme," ucapnya. 

Selain itu, selama operasional Pasar Bahulak, ada 63 Satgas Covid yang dikerahkan. Mereka disebar di seluruh pasar agar memastikan pengunjung menerapkan protokol kesehatan. Dia mengapresiasi daerahnya ditetapkan sebagai Desa Pancasila dan Pasar Gotong Royong.

"Cita-cita kami, membangun jiwa baru membangun raga. Terbukti setelah kesadaran terbangun, warga mudah untuk diajak," katanya.

Pantauan pada perhelatan Pasar Bahulak, Minggu (7/3/2021), ada sejumlah jajanan yang dijual pedagang. Di antaranya, soto bathok, sego menir, nasi jagung, tiwul, wedang gemblung, wedang secang, jamu gendhong, hingga kaos bahulak.

Kemudian semua transaksi dilakukan dengan pembayaran memakai koin dari tempurung kelapa. Setiap pengunjung yang datang bisa menukar koin di pintu masuk dengan harga Rp2.000 satu koin. Jika koin yang ditukar tidak habis, sisanya bisa ditukarkan kembali ke loket awal dan uang akan dikembalikan sejumlah koin yang tersisa.

Kemasan atau wadah tempat barang yang dijual umumnya menggunakan bahan-bahan alami. Di antaranya, daun sebagai pengganti plastik dan gelas dan mangkuk yang terbuat dari tanah liat.

Editor: Kurnia Illahi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut