Airlangga usai IHSG Anjlok 2 Hari Berturut-turut: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kokoh
Pertumbuhan ekonomi 2025 masih sangat bergantung pada tiga pilar utama: konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, dan investasi yang tetap kuat. Di sisi lain, kontribusi sektor eksternal tercatat lebih terbatas.
Hal ini disebabkan oleh melonjaknya impor barang modal dan bahan baku seiring menguatnya aktivitas dalam negeri, walaupun neraca perdagangan 2025 masih mencatatkan surplus sebesar 41,05 miliar dolar AS.
“PDB (Produk Domestik Bruto) diperkirakan tumbuh 5,18 persen untuk kuartal-IV 2025, membuat angka pertumbuhan keseluruhan sebesar 5,05 persen dengan rentang estimasi 5,03 persen - 5,07 persen untuk tahun 2025, dan 4,9 persen - 5,1 persen untuk tahun 2026,” jelasnya.
Selain data PDB, pengumuman BPS siang ini juga akan mencakup sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat yang krusial, antara lain Profil kemiskinan di Indonesia periode September 2025, Tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk periode September 2025 dan Kondisi ketenagakerjaan Indonesia per November 2025.
Data-data tersebut akan menjadi gambaran utuh mengenai kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan baru dan tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2026.
Editor: Puti Aini Yasmin
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku