BTN Bersiap Kembalikan Dana SAL Rp38 Triliun ke Pemerintah secara Bertahap
Di internal BTN, dana SAL disalurkan ke sektor-sektor utama yang menjadi kekuatan bank, seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR), komersial, serta sektor konstruksi. Dari sisi nominal, porsi terbesar disalurkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
“Agak banyak di BUMN, seperti Bulog dan sebagainya,” tuturnya.
Terkait proses pengembalian dana, Nixon memastikan bahwa koordinasi dengan para pemangku kepentingan telah menghasilkan jadwal penarikan yang terstruktur dan jelas. Aspek penentuan waktu (timing) menjadi perhatian utama agar proses penarikan dana tidak mengganggu stabilitas likuiditas bank secara individual.
“Perlu memperhatikan timing yang pas. Kemarin kan agak sedikit masalah karena BI Rate naik, SRBI naik, maka likuiditas ketat. Terus duit harus kembali, itu sebenarnya terjadi crossing, berebut akhirnya. Cuman itu sudah berhasil diatasi, kami semua menghadap Pak Menteri Keuangan, dipanggil DPR juga dan kami jelaskan bahwa situasi ini bisa dicegah kalau ada koordinasi yang baik, terutama timing penarikannya,” jelas Nixon.
Agenda penarikan dana terdekat akan dilakukan pada September 2026, di mana bank-bank penerima, termasuk BTN, diwajibkan untuk menyetor kembali sebagian dana SAL kepada pemerintah.
Meski demikian, Nixon enggan merinci berapa nominal pasti yang harus dikembalikan oleh BTN pada tenggat waktu tersebut.
Editor: Aditya Pratama