Bulog Siapkan Kebijakan Beras Satu Harga untuk Tekan Ketimpangan
Ahmad menerangkan bahwa realisasi beras satu harga sangat bergantung pada keberhasilan Bulog dalam menyerap beras petani sebesar 4 juta ton di tahun ini. Sebab, jika serapan tersebut maksimal, maka cadangan beras pemerintah dinilai mampu menjadi instrumen utama dalam mengintervensi dan mengendalikan harga beras.
“Dari target serapan 4 juta ton ini, harapannya nanti adalah ekspor (beras), dan yang kedua, potensi ke depan adalah harga beras bisa menjadi satu harga,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ahmad optimistis target serapan tersebut dapat tercapai karena hasil panen beras Indonesia di tahun ini diramal stabil. Berdasarkan proyeksi Badan Pangan Nasional, produksi beras Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai 3,47 juta ton, atau relatif setara dengan capaian produksi tahun sebelumnya.
“Total stok beras Bulog di Tanah Air saat ini adalah 3,35 juta ton. Insyaallah stok ini akan terus bertambah, karena potensi hasil panen dari Kementerian Pertanian,” tutupnya.
Editor: Puti Aini Yasmin