Bupati Banggai Laut Reaktif Covid-19, Isolasi Mandiri di Polsek Luwuk

Ariedwi Satrio · Jumat, 04 Desember 2020 - 22:46:00 WIB
Bupati Banggai Laut Reaktif Covid-19, Isolasi Mandiri di Polsek Luwuk
Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango (Foto: iNews/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Bupati Banggai Laut, Wenny Bukamo (WB) reaktif corona (Covid-19). Kini Wenny menjalani isolasi di Polsek Luwuk, Sulawesi Tengah. 

Wenny Bukamo merupakan salah satu orang yang diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (3/12/2020).

"WB, RSG, dan HTO masing-masing dititipkan penahanannya sementara di Rutan Polsek Luwuk kemudian dibantarkan untuk dilakukan isolasi mandiri karena terindikasi reaktif Covid-19," kata Wakil Ketua KPK, Nawawi Pomolango aat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan  Persada, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020).

Sebelumnya Wenny dikabarkan sudah tiba di KPK bersama sejumlah pihak yang diamankan oleh KPK. Namun Wenny batal terbang ke Jakarta karena reaktif Covid-19.

Wenny ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Banggai Laut. Bukan hanya Wenny, dua tersangka penerima suap lainnya yakni, Komisaris Utama PT Alfa Berdikari Group (ABG), Recky Suhartono Godiman (RSG) dan Direktur PT Raja Muda Indonesia (RMI), Hengky Thiono (HTO) juga dinyatakan reaktif corona.

Sementara tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap kepada Wenny Bukamo telah tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, sore tadi. Ketiganya Komisaris PT Bangun Bangkep Persada (BPP), Hedy Thiono (HDO); Direktur PT Antarnusa Karyatama Mandiri (AKM), Djufri Katili (DK); serta Direktur PT Andronika Putra Delta (APD), Andreas Hingkiriwang (AHO).

Ketiganya ditahan oleh KPK di tiga rutan berbeda di Jakarta. Hedy Thiono ditahan di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK. Sedangkan Djufri Katili, ditahan di Rutan Pomdam Jaya Guntur.

Terakhir, Andreas Hongkiriwang ditahan di Rutan KPK Kavling C1 atau Gedung KPK lama. Keenam tersangka tersebut, termasuk Wenny Bukamo bakal ditahan untuk 20 hari pertama, sejak 4 Desember hingga 23 Desember 2020.

"Para tersangka saat ini dilakukan penahanan Rutan selama 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 4 Desember 2020 sampai dengan 23 Desember 2020," kata Nawawi.

Editor : Faieq Hidayat