Cak Imin Minta Pemerintah Dukung Aplikasi Difabel Karya Anjas Pramono

Abdul Rochim ยท Sabtu, 03 Agustus 2019 - 04:00 WIB
Cak Imin Minta Pemerintah Dukung Aplikasi Difabel Karya Anjas Pramono

Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar (tiga dari kanan) menerima Anjas Pramono di ruang kerjanya, Jakarta, Jumat (2/8/2019). (Foto: iNews.id/Abdul Rochim).

JAKARTA, iNews.id - Keberhasilan Anjas Pramono, mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang penyandang disabilitas membuat lima aplikasi untuk kaum difabel terus menuai apresiasi. Bukan hanya undangan Gedung Putih, Amerika Serikat, dukungan juga ditunjukkan oleh tokoh-tokoh dalam negeri.

Wakil Ketua MPR Muhaimin Iskandar, salah satunya. Politikus yang akrab disapa Cak Imin ini menerima Anjas di Ruang Kerja Wakil Ketua MPR, Gedung Nusantara III lantai 7 Komplek MPR/DPR/DPD, Jakarta, Jumat (2/8/2019). Ikut hadir pada pertemuan tersebut Ketua Fraksi PKB MPR Jazilul Fawaid dan Wakil Sekjen PKB yang juga anggota Komisi VI DPR Lukmanul Khakim.

Anjas bertemu Cak Imin untuk menyampaikan laporan terkait undangan dari Pemerintah AS. Rencananya, pada September nanti, dia akan memenuhi undangan White House untuk mempresentasikan beberapa aplikasi yang sudah dibuatnya.

Cak Imin pun melontarkan kebanggaannya kepada Anjas. Selain berprestasi, Anjas merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) yang patut didukung. Apalagi, dia merupakan ketua PMII, salah satu organisasi otonom NU yang pernah dipimpin Muhaimin.

“Saya bangga kepada Anjas. Dia penemu lima aplikasi dan satu-satunya pimpinan PMII yang menderita disabilitas. Padahal, untuk menjadi Ketua PMII di Universitas Brawijaya butuh perjuangan dan mental baja, tetapi Anjas memiliki semua itu,” kata Cak Imin.

Ketua Umum PKB ini berharap bangsa Indonesia bisa ikut bangga terhadap prestasi itu dan terus mendorong agar Anjas mampu menciptakan aplikasi-aplikasi lain, baik yang diperuntukkan bagi kaum difabel maupun masyarakat normal lainnya. Apalagi, prestasi yang diraih Anjas juga sudah dihargai oleh internasional.

Sebagai Wakil Ketua MPR, Cak Imin juga mendorong meminta pemerintah untuk memfasilitasi agar aplikasi-aplikasi yang dibuat Anjas benar-benar bisa diproduksi secara massal sehingga bisa dimanfaatkan para penyandang disabilitas lainnya.

“Selain itu, tentu saya berharap kepergian (Anjas) ke USA, Gedung Putih ini, dibantu sponsor-sponsor Jakarta,” katanya.

Cak Imin juga berharap agar kaum difabel terus mendapatkan perhatian dari pemerintah dengan memberikan kemudahan akses, termasuk sarana dan prasarana publik yang saat ini masih terbatas untuk para difabel.

Sementara itu, Anjas mengatakan bahwa saat ini aplikasi miliknya belum masuk dalam Play Store atau AppStore karena masih dalam proses pengembangan dan penyempurnaan. Dia berterima kasih telah diberi kesempatan bertemu Cak Imin.

”Database kata dan kalimat itu sangat banyak, sementara tim kita hanya tiga. Dan alhamdulillah diberikan waktu untuk bertemu Bapak (Cak Imin) untuk bisa bagaimana mengemas aplikasi ini supaya matang untuk dimassalkan,” tuturnya.

Anjas merupakan satu dari tiga peraih penghargaan YSEALI (Youth Southeast Asia Leadership Initiative) yang akan diundang Pemerintah AS ke Gedung Putih. Dia berhasil membuat lima aplikasi untuk kaum difabel.

Salah satu karya itu yakni Difodeaf, kamus bahasa isyarat bagi penyandang tunarungu. Karya inilah yang membuatnya diganjar medali emas dari University of Malaysia pada 2018.

Selain Difodeaf, aplikasi lain yang dibuat Anjas bernama Locable singkatan dari location for difable; Jubilitas, market place disabilitas; aplikasi berkaitan dengan transportasi, dan aplikasi Guru Ngaji untuk penyandang disabilitas.

Editor : Zen Teguh