Cara Membuat CV yang Baik dan Benar untuk Melamar Kerja, Mahasiswa Wajib Simak!
“CV sebaiknya memperhatikan penyampaian data diri. Pastikan mudah untuk dilihat, kontennya mudah untuk dimengerti dan memiliki nilai jual. Urutkan dari yang paling rumit ke yang paling simple, dan desain,” terang Armando dikutip dari laman resmi UNS.
Lebih lanjut, ia membagikan tips agar para mahasiswa yang ingin mencari kerja tidak mencantumkan rate dalam kolom skill. Sebaliknya, mereka cukup mencantumkan bidang keahlian yang dimiliki.
Selain itu, mahasiswa juga perlu mempertimbangkan relevansi CV yang dibuat. Sebaiknya, mereka memerhatikan industri yang dituju sebelum memutuskan untuk mengirim CV yang sama di beberapa pekerjaan.
Berdasarkan keterbatasan waktu yang dimiliki recruiter dalam mereview satu CV, maka Armando menyarankan agar jobseeker membuat CV dalam satu halaman saja.
“Usahakan sesingkat mungkin dan harus relevan,” ujarnya.
Armando juga menyarankan agar mahasiswa juga mempertimbangkan komposisi warna yang digunakan dalam menyusun CV. Terakhir, sebagai upaya pengecekan ulang, jobseeker sebaiknya membaca ulang CV yang disusun untuk memastikan tidak ada kekeliruan atau kesalahan penulisan.
Melalui tips tersebut, ia berharap agar para jobseeker bisa membangun personal branding melalui cara membuat CV yang baik. Pasalnya CV yang baik adalah yang mampu mempresentasikan gambaran diri jobseeker kepada recruiter.
“CV merupakan alat memperkenalkan diri kepada recruiter. Karena wawancara hanya memiliki waktu yang singkat, CV menjadi acuan ulang recruiter untuk mengingat pelamar,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin