Cara Membuat CV yang Baik dan Benar untuk Melamar Kerja, Mahasiswa Wajib Simak!
JAKARTA, iNews.id - Cara membuat CV yang baik harus diketahui oleh mahasiswa yang akan melamar kerja. Sebab, hal itu menjadi faktor utama sesorang bisa diterima.
CV atau Curriculum Vitae adalah dokumen yang berisi tentang informasi gambaran diri seseorang. Dokumen ini biasanya digunakan para pencari kerja saat hendak melamar suatu pekerjaan.
Sayangnya, keterampilan cara membuat CV yang baik dan benar jarang diketahui. Melalui Webinar Nasional Kepelatihan Desain dan Kepenulisan, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos) FISIP UNS membagikan tips membuat CV yang baik dan benar dengan menghadirkan Armando Radityawan yang merupakan Assesor Daya Dimensi Indonesia.
Menurut Armando rahasia recruiter menyeleksi calon karyawannya adalah dengan menyeleksi dokumen dalam waktu 30-40 detik. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pelamar yang mendaftar.
Tips Melamar Kerja untuk Fresh Graduate, Nomor 2 Paling Penting
Recruiter juga cenderung melihat portofolio sebelum melihat CV. Bahkan keterbatasan waktu dan membludaknya jumlah pelamar yang masuk membuat recruiter semakin selektif ketika membuka CV.
Perusahaan yang belum menggunakan search engine akan menghapus email yang berbentuk rar dan tanpa body email. Oleh karena itu, para jobseeker harus memastikan body email dan format dokumen yang dikirim.
“CV sebaiknya memperhatikan penyampaian data diri. Pastikan mudah untuk dilihat, kontennya mudah untuk dimengerti dan memiliki nilai jual. Urutkan dari yang paling rumit ke yang paling simple, dan desain,” terang Armando dikutip dari laman resmi UNS.
Lebih lanjut, ia membagikan tips agar para mahasiswa yang ingin mencari kerja tidak mencantumkan rate dalam kolom skill. Sebaliknya, mereka cukup mencantumkan bidang keahlian yang dimiliki.
Selain itu, mahasiswa juga perlu mempertimbangkan relevansi CV yang dibuat. Sebaiknya, mereka memerhatikan industri yang dituju sebelum memutuskan untuk mengirim CV yang sama di beberapa pekerjaan.
Berdasarkan keterbatasan waktu yang dimiliki recruiter dalam mereview satu CV, maka Armando menyarankan agar jobseeker membuat CV dalam satu halaman saja.
“Usahakan sesingkat mungkin dan harus relevan,” ujarnya.
Armando juga menyarankan agar mahasiswa juga mempertimbangkan komposisi warna yang digunakan dalam menyusun CV. Terakhir, sebagai upaya pengecekan ulang, jobseeker sebaiknya membaca ulang CV yang disusun untuk memastikan tidak ada kekeliruan atau kesalahan penulisan.
Melalui tips tersebut, ia berharap agar para jobseeker bisa membangun personal branding melalui cara membuat CV yang baik. Pasalnya CV yang baik adalah yang mampu mempresentasikan gambaran diri jobseeker kepada recruiter.
“CV merupakan alat memperkenalkan diri kepada recruiter. Karena wawancara hanya memiliki waktu yang singkat, CV menjadi acuan ulang recruiter untuk mengingat pelamar,” pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin