Catat, Skybridge Tanah Abang hanya untuk Pedagang Ber-KTP DKI Jakarta
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Provinsi (pemprov) DKI Jakarta menargetkan pembangunan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge di kawasan Tanah Abang, Jakarta, rampung sesuai jadwal pada 15 Oktober 2018. Proyek skybridge telah dimulai sejak Jumat (3/8/2018).
Tidak hanya konstruksi bangunan, Pemprov DKI Jakarta juga telah merancang penggunaan jembatan itu kelak. Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DKI Jakarta Irwandi, setelah proyek itu terwujud, pedagang kaki lima yang saat ini berjualan di Jalan Jatibaru dan sekitar pasar Tanah Abang akan dipindahkan ke jembatan yang menghubungkan Blok G dan Stasiun Tanah Abang tersebut.
"Kami akan menata supaya rapi," ujar Irwandi saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/8/2018). Dia mengingatkan, hanya pedangang yang memiliki KTP DKI Jakarta yang dapat menghuni tempat itu.
Untuk itu, Dinas Koperasi dan UMKM saat ini terus mendata para pedagang. Mereka yang berada di sana nantinya tidak hanya menjual pakaian, tetapi juga berbagai jenis makanan. Mereka akan diatur sesuai dengan pengelompokan jenis barang dagangan. Ini karena skybridge menggunakan sistem zonasi.
"Jadi di sana (yang berjualan) hanya ber-KTP DKI. Mereka akan ditata supaya tidak semrawut," kata dia.
Direktur Utama PD Sarana Jaya Yorry Pinontoan sebelumnya menuturkan, 80 persen pembangunan skybridge dilakukan dengan sistem knock down, di mana rangka dan struktur baja dibuat di pabrik terpisah dengan lokasi pengerjaan.
Setelah selesai dikerjakan baru jembatan akan dikirim dan dipasang ke Tanah Abang. "Sekitar 5-10 hari baru ada pemasangan, termasuk plang," kata Yoory.
Sekadar informasi, JPM Tanah Abang hanya berkapasitas 386 pedagang. Lapak yang disediakan di lokasi tersebut berkisar 1,5x1,5 meter. Para pedagang tidak dipungut biaya sewa, namun mereka akan dikenakan ongkos retribusi.
Editor: Zen Teguh