Cegah Antrean Panjang Ambulans, RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 2 Jalur Masuk

Riezky Maulana ยท Rabu, 16 September 2020 - 18:49 WIB
Cegah Antrean Panjang Ambulans, RS Darurat Wisma Atlet Siapkan 2 Jalur Masuk

Tangkapan layar antrean ambulans di RSD Wisma Atlet, Kemayoran yang viral di medsos. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Deretan panjang ambulans saat antre masuk Rumah Sakit (RS) Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat viral di media sosial (medsos). Video berdurasi 29 detik itu, direkam pada Selasa, 15 September 2020 malam.

Wakil Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) RS Darurat Wisma Atlet, Brigjen TNI M Saleh mengatakan, antrean panjang ambulans terjadi karena pengelola RS Darurat Wisma Atlet hanya membuka satu pintu masuk. Dari hasil rapat yang dilakukan pihak pengelola, ke depannya akan dibuka satu lagi pintu masuk.

"Oleh karena itu kami sampaikan kepada masyarakat, khususnya DKI, bahwa nanti apabila masuk ke lokasi RSD Wisma Atlet, nanti ada pintu utama. Dari Rumah Sakit Mitra maju sedikit ada masjid, nah di situ ada pintu utama. Dari pintu utama akan ditanya oleh personel yang jaga, pasien ambulans, ada gejala atau tanpa gejala," tuturnya.

Hal itu disampaikan Saleh dalam talkshow BNPB bertajuk "Update Perkembangan Terkini RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran" di Jakarta, Rabu (16/9/2020). Jika ada pasien terkonfirmasi memiliki gejala, dia menuturkan, maka diminta menuju jalur A.

Saleh memaparkan, Jalur A telah disiapkan untuk langsung menuju Tower 6 dan 7. Sementara jalur B diperuntukkan bagi pasien tanpa gejala yang langsung menuju Tower 5.

Pada Selasa malam, dia mengungkapkan, antrean panjang terjadi karena pasien yang datang meningkat 100 persen. "Diharapkan dengan adanya pengaturan jalur ini, ke depannya tidak ada lagi antrean yang panjang di RSD Wisma Atlet," katanya.

Tak lupa Saleh meminta maaf atas antrean panjang tersebut. "Kami mohon maaf. Video itu memang benar, karena tadi malam, sekitar pukul 8 malam pada saat yang bersamaan evakuasi pasien cukup banyak," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad