Cegah Virus Corona, PN Tipikor dan KPK Sepakat Gelar Sidang dengan Video Conference

Rizki Maulana ยท Kamis, 26 Maret 2020 - 18:21 WIB
Cegah Virus Corona, PN Tipikor dan KPK Sepakat Gelar Sidang dengan Video Conference

Ilustrasi Sidang Tipikor (Dok Antara)

JAKARTA, iNews.id - Sidang kasus dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta Pusat rencananya tidak lagi akan digelar melalui tatap muka, melainkan melalui video conference. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) yang telah menjadi pandemi global.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, KPK dan PN Tipkor Jakarta Pusat telah berkoordinasi terkait hal tersebut. Menurutnya, kedua instansi ini telah sepakat akan menggelar sidang melalui video conference.

"Saat ini telah berkoordinasi dengan pihak PN Jakarta Pusat mengenai teknis persidangan Tipikor dan sepakat akan diupayakan persidangan digelar dengan melalui video conference yang prosesnya tetap berpegang pada hukum acara yang berlaku," kata Ali di Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Dia mengatakan, per hari ini, Kamis, tim KPK telah melakukan uji coba peralatan penunjang sidang video conference di PN Tipikor Jakarta Pusat maupun di KPK. Ali berharap, video conference dapat menjadi solusi untuk menyelesaikan perkara korupsi di tengah mewabahnya virus corona.

"Harapannya persidangan tetap bisa berjalan di tengan wabah penyebaran virus corona saat ini sehingga penyelesaian perkara Tipikor dapat dilakukan sesuai waktu yang ditentukan oleh Undang-Undang," katanya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah kembali mengumumkan penambahan 103 pasien positif virus corona hari ini, Kamis (26/3/2020). Jumlah total pasien positif di Indonesia menjadi 893.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto pun mengumumkan penambahan pasien positif yang meninggal dunia sebanyak 20 orang. Jumlah total pasien positif yang meninggal dunia secara nasional menjadi 78.

"Ada penambahan kasus dari hari Rabu (25/3/2020 pukul 12.00 WIB sampai hari ini kamis (26/3/2020) pukul 12.00 WIB sebanyak 103 sehingga total menjadi 893," katanya dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta.

Yuri juga menyampaikan ada penambahan pasien sembuh sebanyak empat orang. Jumlah total pasien yang sembuh secara nasional menjadi 35.

Lonjakan penambahan pasien positif terbanyak masih di Jakarta sebanyak 53 orang menjadi 515. Sebanyak 15 dari 20 pasien meninggal juga terjadi di Jakarta. Sehingga pasien meninggal dunia di ibu kota menjadi 46.


Editor : Muhammad Fida Ul Haq