Cerita Bharada E Lihat Perempuan Tak Dikenal Menangis Keluar dari Rumah Sambo di Bangka

Ari Sandita Murti ยท Rabu, 30 November 2022 - 11:51:00 WIB
Cerita Bharada E Lihat Perempuan Tak Dikenal Menangis Keluar dari Rumah Sambo di Bangka
Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E berkesempatan menyampaikan kesaksiannya di sidang pembunuhan Brigadir J hari ini, Rabu (30/11/2022) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. (Foto: MPI/Ari Sandita Murti)

JAKARTA, iNews.id - Bharada Richard Eliezer (Bharada E) memberikan kesaksiannya di persidangan dugaan kasus pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal Wibowo. Bharada E mengaku pernah melihat seorang perempuan tak dikenal menangis keluar dari rumah Ferdy Sambo di Jalan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan.

"Ada peristiwa lain yang misalnya semacam pertengkaran PC dengan FS?" tanya Ketua majelis hakim, Wahyu Iman Santoso di persidangan, Rabu (30/11/2022).

Awalnya hakim bertanya pada Bharada E apakah dia pernah melihat Sambo bertengkar dengan istrinya. Bharada E lantas mengaku ada kejadian yang membuatnya bertanya-tanya hingga saat ini.

Peristiwa itu, terjadi pada akhir bulan Mei 2022 lalu saat dia baru saja lepas piket. Dia kembali ke rumah Saguling untuk siaga di rumah tersebut. Namun, mendadak dia melihat Putri turun dari lantai dua, diikuti oleh Brigadir J sambil membawa senjata api dan langsung menaruhnya di mobil.

"Ibu PC panggil kita bertiga, saya, almarhum (Brigadir J), Bang Matheus. Abis itu bilang, nanti Dek Matheus naik mobil ibu dan Dek Richard naik mobil sendiri yah di belakang," kata Bharada E.

Menurutnya, mereka lantas berkendara ke arah Kemang, dia bertanya pada Brigadir J melalui Handy Talkie tujuan mereka lantaran mereka hanya berputar-putar saja di kawasan Kemang. 

Mereka lantas ke rumah Bangka, dia sempat melihat Putri marah-marah kala itu hingga akhirnya dia diminta memarkirkan mobilnya di belakang rumah Bangka.

"Setengah jam kemudian Pak FS pulang diantar Saddam, Pak FS kayak marah-marah juga langsung masuk ke dalam rumah. Almarhum bilang 'Chad nanti ada Pak Erben yang datang rekannya bapak', pas Pak Erben datang saya gak lihat karena di belakang," tutur Bharada E.

Dia lantas diperintahkan oleh Brigadir J bersama Matheus untuk tidak berada di area dalam rumah atau pelataran rumah Bangka dan hanya menunggu di luar rumah. 

Kala itu, para ajudan, yakni Adzan Romer, Saddam, ART Somad dan ART lainnya berada di belakang rumah Bangka. Sedangkan di depan rumah ada dia dan dua sekuriti, yakni Alfon dan Farhan.

"Kita gak tahu ada kejadian apa di dalam kan rumah itu. Setengah jam kemudian ada orang keluar dari rumah, karena pagar ditutup. Saya bilang 'Fon ada orang keluar itu', Alfon buka pagar dalam. Ada perempuan, saya gak kenal, nangis dia, saya bertanya-tanya ini siapa, saya lihat ke dalam," kata Bharada E.

Perempuan itu, sambil menangis ke luar rumah Bangka, dia lantas mencari-cari driver dan posisi mobilnya. Dia yang mendengar hal itu lantas berlari ke samping rumah Bangka untuk mencari dan memanggil si sopir perempuan tersebut hingga akhirnya perempuan tersebut pergi dari rumah Bangka.

"Nah semenjak kejadian itu pak FS sudah lebih sering di Saguling Yang Mulia," kata Bharada E.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda