Cerita Jusuf Kalla Terima Bintang Jasa Tertinggi dari Kaisar Jepang
JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla menerima tanda jasa Grand Cordon of the Order of the Rising Sun dari pemerintah Jepang pada 10 Mei 2022. Penghargaan diberikan langsung oleh Kaisar Naruhito.
Pemerintah Jepang menilai Jusuf Kalla pantas menerima tanda jasa itu karena dinilai sangat berkontribusi dalam meningkatkan hubungan persahabatan Jepang-Indonesia. Prosesi penghargaan dilangsungkan di Istana Kaisar Jepang atau Imperial Palace pada Selasa (10/5/2022).
KBRI Tokyo menyebut Muhammad Jusuf Kalla tidak hanya dikenal sebagai politikus nasional tetapi juga pengusaha dan aktif di bidang kemanusiaan. Kepiawaian pria kelahiran Watampone, Bone, Sulawesi Selatan pada 15 Mei 1942 ini teruji ketika menjadi penanggung jawab penanggulangan bencana gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 silam.
Untuk urusan bantuan kemanusiaan di luar negeri pun, Jusuf Kalla terbilang aktif. Khususnya berperan dalam aksi kemanusiaan saat gempa Tohoku, Jepang yang disertai tsunami tahun 2011.
Sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla menggalang bantuan kemanusian di forum internasional untuk korban gempa dan tsunami Tohoku Jepang. Gempa bumi yang berpusat di 43 mil lepas pantai timur laut Honshu, pulau terpadat di Jepang, menjadi gempa terbesar dalam sejarah Jepang dan merupakan salah satu dari lima gempa bumi terkuat di dunia.
Gempa besar ini juga memicu kerusakan pada pembangkit nuklir Fukushima Diichi. Tercatat hampir 20.000 orang meninggal dunia dan memaksa lebih dari 16.000 orang mengungsi demi menghindari radiasi nuklir.
Saat kejadian, Jusuf Kalla memang tengah berada di Jepang. Dia sedang makan siang bersama Duta Besar RI untuk Jepang periode 2010-2013 Muhammad Lutfi di kawasan Roponggi, Tokyo.
Tiba-tiba, ketika mereka tengah santap siang, restoran bergoyang keras. Mereka bergegas keluar menuju jalan. Saat itu diperkirakan ada 600 orang Warga Negara Indonesia (WNI) di lokasi bencana.
“Malam itu kami bergerak ke lokasi untuk mencari dan mengumpulkan Warga Negara Indonesia (WNI). Kami mengirimkan mobil dengan pengeras suara. Mobil-mobil itu berkeliling di wilayah terdampak bencana dan tidak berhenti memutar lagu-lagu Indonesia termasuk lagu Bengawan Solo dan Indonesia Raya. Hal ini kami lakukan untuk dapat menarik dan mengumpulkan WNI di lokasi. Alhamdulillah malam itu juga terkumpul semua WNI kita,“ kata Jusuf Kalla melalui keterangan tertulis KBRI Tokyo, Selasa (17/5/2022).
Meski dari Pemerintah Jepang tidak meminta, namun sebagai solidaritas bersama Indonesia menyalurkan bantuan ke Jepang.
“Dari PMI kami salurkan 1 juta dolar AS. Dari pemerintah Indonesia selain bantuan material juga dikirimkan tenaga relawan ke Jepang,” ujar Jusuf Kalla.