Cerita Masjid Jami Al-Atiq, Tempat Pelarian Pitung hingga Soekarno
JAKARTA, iNews.id - Masjid Jami Al-Atiq, salah satu masjid tertua yang terletak di Jalan Kampung Melayu Besar nomor 1 RT 03/01 Bidara Cina, Tebet, Jakarta Selatan. Masjid ini awalnya didirikan sejak 1632 dalam bentuk Musala.
"Masjid Al-Atiq ini salah satu tertua karena dulunya menurut orang-orang tua kami, ini menjadi masjid pertama yang berdiri di wilayah kami," kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Al-Atiq, Fahri Mufti kepada MNC Portal, Kamis (14/4/2022).
Fahri menjelaskan awalnya masjid tersebut dinamakan Masjid Kampung Melayu. Pemberian nama Kampung Melayu karena lokasi berlarinya para pejuang kemerdekaan pada masa lampau.
"Masjid ini bersejarah karena dulu kampung di sini juga menjadi pelarian para pejuang. Salah satunya si Pitung, jawara Betawi yang pernah singgah di sini. Selain Pitung, dulu ada Bung Karno, Bung Tomo bahkan Buya Hamka pernah singgah beribadah di masjid ini," katanya.
Dari musala menjadi masjid, kata dia banyaknya warga yang beribadah salat selepas berpergian menggunakan perahu getek (bambu) di Kali Ciliwung. Fahri menceritakan Kali Ciliwung dahulu digunakan sebagai lalu lintas transportasi umum bagi warga Ibu Kota, sehingga banyak warga singgah untuk beribadah di masjid Al-Atiq.
"Karena dulu ada lalu lintas perahu getek, banyak warga singgah untuk salat. Karena banyaknya warga yang beribadah, akhirnya warga bersepakat untuk dipugar menjadi masjid seperti sekarang," ujarnya.