Cerita Pemudik NTB-Lampung: 2 Hari di Jalan, 14 Jam Terjebak Macet Horor Gilimanuk
Dia menceritakan berbagai kendala dan kondisi sulit yang dihadapi saat terjebak di Pelabuhan Gilimanuk. Kondisi macet total yang diperkirakannya sepanjang 20 kilometer tersebut membuatnya sempat kesulitan mencari asupan makanan.
Wahyudin akhirnya terpaksa mengandalkan pedagang asongan yang menjajakan nasi bungkus di tengah kemacetan yang lokasinya jauh dari permukiman.
“Itu kayak di tengah-tengah hutan toh makanan enggak ada. Untung ada yang penjaja nasi bungkusan daun pisang itu. Ya kita beli itu aja makanannya. Semua enggak bisa gerak,” ucap dia.
Meski sempat tertahan lama di Bali, dia lega karena bisa melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi untuk menuju Pelabuhan Merak. Dia mengungkapkan situasi arus lal lintas dari Banyuwangi menuju Merak tergolong lancar tanpa kendala.
“Kalau dari Banyuwangi sampai sini alhamdulillah lancar, enggak kayak tahun lalu ada satu arah itu. Kalau ini tadi enggak ada kita, enggak kejebak satu arah. Dulu kalau ke Sumatra kan diblok satu arah suruh lewat arteri, kalau ini tadi enggak,” tutur dia.
Editor: Rizky Agustian