Cerita TKI di Malaysia Jarang Pulang ke Kampung Halaman demi Hidupi Keluarga

Faieq Hidayat ยท Rabu, 29 Juni 2022 - 18:41:00 WIB
Cerita TKI di Malaysia Jarang Pulang ke Kampung Halaman demi Hidupi Keluarga
TKI asal Surabaya, Juana Puji (foto: MPI/Faieq Hidayat)

SELANGOR, iNews.id - Ribuan tenaga kerja Indonesia mengadu nasib di Malaysia. Mereka rata-rata sudah bekerja di perusahaan Sony EMCS yang terletak di Bandar Baru Bangi selama 10 tahun.

Salah satu TKI asal Surabaya, Juana Puji menceritakan awal mula bekerja di Sony EMCS mendaftar ke penyalur pekerjaan untuk perusahaan. Akhirnya dia memilih Sony EMCS karena saudaranya juga bekerja di perusahaan tersebut.

"Saya mengajukan Sony karena ada suadara tentang fasilitas bagus akhirnya saya pilih sini," kata perempuan disapa Ana ketika ditemui Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia dan Indonesia (ISWAMI) di asrama pekerja asing, Pangsapuri Sri Ayu, Rabu (29/6/2022).

Selama bekerja di Malaysia, Ana mengaku jarang pulang ke kampung halaman demi menghidupi keluarganya. Ditambah ongkos pulang ke Surabaya tidak murah.

Setiap lebaran Idul Fitri, Ana tidak pernah pulang. Dia menitipkan dua anak kepada orang tuanya.

"Kalau setiap tahun pulang habis uangnya. Kalau pun pulang biaya tidak sedikit. Suami sudah tidak ada, anak pertama usia 20 tahun dan anak kedua usia 13 tahun, jadi saya kerja keras untuk menghidupi keluarga," katanya.

Asrama pekerja asing di Malaysia (foto: MPI/Faieq Hidayat)
Asrama pekerja asing di Malaysia (foto: MPI/Faieq Hidayat)

Sementara sistem kerja di Sony EMCS, kata Ana menggunakan tiga sif. Pertama, sif masuk kerja pukul 05.00 sampai 13.00 waktu setempat.

Kedua sif masuk kerja pukul 15.00 sampai 23.00 dan sif tiga mulai pukul 17.00 sampai 00.00 waktu setempat. 

"Kita juga ada waktu istirahat karena nggak full kerja," kata dia.

Untuk gaji per bulan yang diperoleh Ana sebesar 1.500 Ringgit Malaysia atau Rp5.065.831. Perempuan yang lulusan SMP ini mengaku bekerja dibagian quality control perusahaan yang memproduksi televisi.

"Bagian QC, kerja ikut SOP. Saya cek logistik antar barang kalau kesalahan salah antar saya tegur jangan sampai salah antar," katanya.

Editor : Reza Fajri

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda