Ciri-Ciri Anak Terpapar Radikalisme Versi Densus 88, Apa saja?
JAKARTA, iNews.id - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap ciri-ciri anak yang terpapar paham radikalisme. Ciri-ciri itu di antaranya adalah mulai dari ketertarikan pada kekerasan hingga perilaku menutup diri.
Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana menyebut, ciri pertama anak yang terpapar ekstremisme terlihat dari ketertarikan pada simbol atau nama pelaku kekerasan.
"Yang pertama, salah satunya ditemukan gambar simbol nama pelaku kekerasan," kata Mayndra, dikutip Kamis (8/1/2026).
Menurut dia, anak yang terpapar juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosialnya. Mereka lebih nyaman berada di komunitas daring yang menampilkan konten kekerasan seperti grup True Crime Community yang diikuti sejumlah anak.
Selain itu, anak yang terpapar paham ekstrem kerap meniru perilaku tokoh kekerasan yang dianggap idola. Berdasarkan kasus yang pernah terjadi di SMAN 72, hal ini bisa dilihat dari replika senjata, gaya berpakaian, hingga postingan media sosial.
Ciri lainnya, anak yang terpapar paham ekstrem menyukai konten kekerasan secara berlebihan dan ketergantungan pada handphone. Saat diperiksa, respons mereka bisa sangat emosional atau defensif.
"Dan yang terakhir, simbol-simbol yang tadi, simbol baik itu pistol, senjata api, replika, dan pisau yang identik dengan kekerasan," ucap dia.
Menurut Densus 88, dari Januari 2025 hingga awal Januari 2026, tercatat ada 70 anak terpapar paham neo-Nazi dan supremasi kulit putih (white supremacy). Wilayah terbanyak berada di Jakarta (15 anak), Jawa Barat (12 anak) hingga Jawa Timur (11 anak). Rentang usia anak-anak ini 11 hingga 18 tahun, dengan mayoritas berusia 15 tahun, tepat di masa transisi dari SMP ke SMA.
Editor: Reza Fajri