Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polri Minta Maaf soal Oknum Brimob Diduga Aniaya Siswa di Maluku hingga Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Ketum PP Muhammadiyah: Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:36:00 WIB
Ketum PP Muhammadiyah: Perubahan Struktur Polri Rawan Timbulkan Masalah Baru
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir buka suara soal wacana perubahan struktur Polri dari di bawah presiden menjadi di bawah kementerian. Jika setiap masalah muncul dan dilakukan perubahan struktural, kata dia, justru menimbulkan masalah baru atau tidak menyelesaikan permasalahan yang ada. 

"Apakah dengan ada masalah kementerian kita hilangkan, kita lebur dan lain sebagainya, atau juga ketika kita punya masalah dalam kehidupan masyarakat selalu perubahan struktural, cukuplah," kata Haedar kepada wartawan, Jakarta, Sabtu (21/2/2026). 

Menurutnya, posisi Polri dan TNI di bawah presiden setelah Reformasi 1998 merupakan hasil dari pertimbangan yang matang. Mengingat, ketika itu seluruh proses dan institusi kenegaraan mengalami perubahan. 

Selain itu, Polri dan TNI merupakan alat negara yang sangat penting dengan fungsi yang berbeda. Jika ada masalah, katanya, akan lebih baik diperbaiki di internal institusi.

"Kalau ada masalah lebih baik lihat kondisi di dalam dan diperbaiki yang ada di dalam, sebagaimana juga ada masalah dalam birokrasi pemerintahan secara keseluruhan," ujar Haedar. 

Oleh karena itu, kata dia, Muhammadiyah menyarankan good governance atau tata kelola yang baik diterapkan baik di tubuh internal kepolisian, tentara, hingga birokrasi kementerian. Sebab, semuanya saat ini mempunyai masalah terkait pencegahan korupsi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut