Contoh Naskah Drama Singkat Beserta Strukturnya

Ami Heppy S · Kamis, 11 Agustus 2022 - 23:42:00 WIB
Contoh Naskah Drama Singkat Beserta Strukturnya
Contoh Naskah Drama (Foto: Adam Kaz/Getty Images)

JAKARTA, iNews.id - Ada banyak contoh naskah drama yang bisa dipentaskan di atas panggung atau sekadar di depan kelas bersama teman-temanmu. Dikutip dari modul pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, drama adalah karya fiksi yang dinyatakan dalam bentuk dialog.

Selain itu, drama juga bisa disebut sebagai penggambaran peristiwa fiksi maupun nonfiksi melalui dialog. Nah, dalam memerankan drama diperlukan naskah. 
Para pemain atau aktor drama harus membawakan cerita sesuai dengan naskah yang ada.

Naskah drama juga berbeda dengan naskah lainnya, baik dalam bentuk maupun teknik menulisnya. Sedangkan struktur drama dibagi menjadi tiga bagian, yakni epilog, dialog, prolog. 

Epilog merupakan bagian pembuka atau pengantar yang disampaikan oleh narator atau tokoh tersebut. Kemudian dialog adalah percakapan antar tokoh, sedangkan epilog merupakan bagian penutup.

Berikut ini contoh naskah drama singkat dengan berbagai tema yang berguna untuk referensi siswa.

Contoh Naskah Drama

Contoh 1 

Sandal Jepit

(Prolog)

Suara adzan terdengar menggema siang hari itu. 
Dua orang pria bernama Kasim dan Rizal berpakaian rapi mengenakan baju koko dan sarung berjalan bersama menuju ke masjid untuk melaksanakan sholat Jumat.
Mereka tampak berjalan sedikit tergesa-gesa sambil sesekali membenarkan sarung yang mereka kenakan.

(Dialog)
Kasim : (Berjalan di depan Rizal) “Ayo cepat sedikit, Zal!
Rizal : “ Iya..iya. Ini juga udah cepet.”
Tiba-tiba Rizal tersandung batu dan sandal jepit yang digunakannya putus.
Rizal : “Aduh!” (hampir terjatuh)
Kasim : “Kenapa Zal?”
Rizal : (Melepas sandalnya) “Yahh…putus. Kamu sih, Sim, nyuruh aku cepet-cepet. Sandalku putus kan jadinya.”
Kasim : “Lah, kok malah nyalahin aku. Udah, kamu bawa aja dulu itu sandalmu. Nanti aja sehabis jumatan kamu beli sandal yang baru. Ini udah mau iqomah, nanti kita telat sholat jumatnya.” 
Rizal : “Kamu nyuruh aku nyeker? Ogah banget.”
Kasim : “Sebentar doang, daripada kita telat sholatnya.”

Selepas sholat Jumat, semua orang mulai keluar dari masjid satu persatu. Kasim menunggu Rizal di depan gerbang masjid. Hingga akhirnya Rizal datang.

Kasim : “Lama amat, Zal. Loh, sandal siapa tuh yang kamu pakai? (melihat sandal yang dipakai Rizal).”
Rizal : “Hehe…aku juga nggak tahu ini sandal siapa. Aku nemu ini di samping sandalku yang putus tadi.”
Kasim : “Itu ya nggak nemu namanya, Zal. Nanti kalau pemiliknya nyariin gimana, coba?”
Rizal : “Kan dia bisa pake sandal yang aku tinggalin. Sudahlah, ayo cepet pulang!”
Kasim : “Parah kamu, Zal. Pokoknya aku nggak ikut-ikutan ya.”
Rizal : “Iya…iya. Bawel kamu. Anggap aja ini berkah dari sholat Jumat.”
Kasim : “Mana ada berkah dari mengambil sandal orang lain. Rizal…Rizal.”

Di sisi lain, terlihat seorang pria paruh baya yang ternyata adalah Pak Ustad tengah celingak-celinguk mencari sesuatu. 
Seorang warga pun menghampiri Pak Ustad.

Warga: “Nyari apa Pak Ustad?”
Pak Ustad: “Nyari sandal saya, pak. Warnanya ijo mereknya swallow. Tadi saya taruh di pojok sini, tapi kok nggak ada. Yang ada justru sandal putus ini.”
Warga : “Waduh, kalau itu sih sudah pasti di bawa orang lain, Pak Ustad.”
Pak Ustad : “Ini sudah ketiga kalinya saya kehilangan sandal pas sholat Jumat.”

(Epilog)
Pak Ustad pun pulang berjalan kaki dengan mengenakan sandal Rizal yang ditinggalkan.

Contoh 2

Malin Kundang
(Prolog)

Malin Kundang adalah seorang anak yang telah lama merantau meninggalkan tanah kelahirannya. Ia mengembara mengadu nasib demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Ia meninggalkan Mande, ibu kandungnya seorang diri di tanah kelahirannya. Singkat cerita, akhirnya Malin Kundang berhasil menikah dengan seorang putri saudagar kaya raya. Ia pun kembali ke tanah kelahirannya bersama sang putri.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda